Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Masalah Banjir Jadi Keluhan Dalam Reses Sidang II Tahun 2021 di Tuntungan dan Sunggal

Sabtu, 20 Maret 2021 | 20.42 WIB
Kali Dibaca |

Anggota DPRD Medan Dhiyaul Hayati menampung aspirasi masyarakat dalam reses yang digelar di Jalan Abadi, Gang Kesuma 5, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (20/3/2021).

Medan, Metrokampung.com
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Fraksi PKS, Dhiyaul Hayati SAg MPd menggelar reses masa sidang II tahun kedua 2021 di 4 kecamatan selama dua hari, Sabtu dan Minggu (20-21/3/2021). Yakni Kecamatan Tuntungan, Kecamatan Sunggal, Kecamatan Medan Selayang dan Kecamatan Medan Johor. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kerumunan dan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. 
Pada reses tersebut, Dhiyaul Hayati banyak menerima keluhan banjir dari masyarakat. Selain banjir, masyarakat juga menyampaikan permasalahan jalan rusak dan lampu jalan. 

Reses yang berlangsung Sabtu (20/3/2021) digelar dalam dua sesion di Kecamatan Medan Tuntungan dan Sunggal. Yakni, sekira pukul 09.00-12.00 wib di Jalan Bunga Pariama (PAUD Cinta Ummi) Kel. Ladang Bambu, Kec. Medan Tuntungan dihadiri 100 undangan dan sekira pukul 14.00-16.00 wib di Jalan Abadi, Gang Kesuma 5, Sunggal, juga dihadiri 100 orang.

Pada pertemuan dengan masyarakat, Dhiyaul menyebutkan reses digelar untuk menyerap aspirasi yang nantinya akan dimasukkan dalam program APBD 2022. "Reses ini untuk menampung aspirasi bapak dan ibu, apa permasalahan atau kendala di lingkungan masing-masing,"kata Dhiyaul Hayati pada masyarakat yang menghadiri reses.

Politisi PKS ini menambahkan, penyerapan aspirasi merupakan bagian tanggung jawab legislatif kepada konstituennya. Sejumlah permasalahan di masyarakat mulai dari infrastruktur sampai sosial akan ditampung untuk kemudian disaring menjadi pokok pikiran DPRD Medan.

Saat reses di Medan Tuntungan, sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan drainase sehingga mengakibatkan banjir.

Seperti disampaikan Surajmi, Kepling Kelurahan Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan, meminta agar dibuat drainase di Jalan Bunga Kardiol, depan Masjid Al Ikhlas. Akibat ketiadaan drainase, jalanan menjadi banjir setiap kali hujan.

Sedangkan M Afif Fadillah Rahman, warga Kelurahan Kayu Selamat mengeluhkan drainase terlalu kecil di Jalan Flamboyan Raya Gang Deli dan Gang Manggis, sehingga jika hujan, air akan tumpah membanjiri jalan di Gang Harahap Ujung.

"Di Jalan Bunga Rinte, Simpang Selayang dan Tanjung Selamat tepatnya di Komplek Puri Zahara II sering banjir. Mohonlah ibu menyampaikan kepada Pemko Medan agar masalah banjir ini segera diatasi," harap Afif.

Mukhlis Siagian, warga Laucih mengeluhkan ketiadaan lahan pemakaman. "Sudah tak ada lagi lahan pemakaman di Laucih,warga jadi sulit menguburkan anggota keluarga yang meninggal,"sebutnya.

Sementara, pada reses sesion kedua yang digelar di Jalan Abadi, Sunggal, warga juga mengeluhkan hal yang sama terkait banjir. Hadijah, warga Jalan Kesuma Ujung 3, tepat disamping Polsek Medan Sunggal, menyampaikan di lingkungan tempat tinggalnya tak ada drainase sehingga jadi langganan banjir jika dilanda hujan deras.

 "Mohon kepada ibu dewan agar dibuatkan drainase di Jalan Kesuma Ujung, biar kami gak kebanjiran lagi,"ungkap ibu berhijab ini.

Di kesempatan sama, Ani, warga Gang Haji Deni minta dibuatkan lampu jalan karena warga sulit beribadah ke Mushola Al Hafiz disebabkan jalanan gelap. "Kami sering kegelapan kalau mau ke mushola, mohonlah dibuatkan lampu jalan di Gang Haji Deni ini,"pinta warga.

Berbeda dengan lainnya, Yustinah Khairani, warga TB Simatupang meminta agar dilakukan penebangan pohon-pohon tua karena rentan tumbang dan dapat mengakibatkan kecelakaan. "Didekat rumah saya ada beberapa pohon mahoni tua. Saya sudah melapor ke Dinas Pertamanan agar pohon itu ditebang. Kami kuatir, pohon itu tumbang dan menimpa rumah,"ungkapnya.

Diakhir pertemuan, Dhiyaul yang merupkan legislator asal dapil lima meliputi Kecamatan Medan Selayang, Sunggal, Polonia, Tuntungan, Maimun dan Medan Johor ini mengatakan, aspirasi warga sangat berguna untuk perkembangan Kota Medan menuju yang lebih baik.

"Permasalahan yang disampaikan akan ditindaklanjuti untuk perbaikan dan dicari solusinya,"kata Seketaris Komisi II DPRD Medan ini. 

Kegiatan reses ditutup dengan sholawat, dan dilanjutkan dengan memberi souvenir kepada warga yang hadir. Pada kegiatan itu, seorang nenek yang usianya berkisar 80 an diberikan mukena oleh Dhiyaul Hayati.(Ra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru