Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Buldoser Kebun TGPM Ratakan Tanaman Sayuran Milik Warga

Senin, 09 Agustus 2021 | 10.45 WIB
Kali Dibaca |

Doser Kebun TGPM meratakan tanaman pertanian warga.

Pagar Marbau, metrokampung.com
Puluhan hektar tanaman pertanian masyarakat Desa Pagar Merbau II Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang dibuldozer pihak PTPN2 Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau (TGPM), Minggu (8/8/21).
 
Akibatnya, warga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat tanaman pertanian seperti cabe, jagung, kacang-kacangan, sayuran dan pepaya siap panen dihantam buldozer  yang dipimpin langsung Manager Kebun TGPM.
 
Warga petani sempat memprotes perataan tanaman tersebut. Sebab mereka mengaku, sebelumnya sudah mendapatkan ijin kesepakatan dengan pihak Kebun TGPM dan juga sudah membayar uang sewa untuk dapat bercocok tanam pertanian di areal Afdeling 5 tersebut.
 
Maraja salah seorang warga yang bercocok tanam cabai, sayuran dan pepaya di areal itu mengatakan dirinya menderita kerugian puluhan juta rupiah akibat tanaman yang sudah siap panen diratakan paksa oleh pihak.
 "Saya sudah habis modal Rp 50 juta menanam tanaman pertanian ini. Tanaman sudah siap mau panen, malah dibuldozer pihak kebun," katanya pilu. 
 
Sementara Yanto, petani lain menuturkan sebelumnya ia bersama warga lainnya menanami lahan dengan persetujuan dari pihak Kebun TGPM. Ada yang ngurus dan warga juga dikutip sewa jutaan rupiah per hektar. Tapi mereka tak menyangka saat sudah mau panen begini, tanaman malah dibuldozer.
 
"Kami ini masyarakat cuma minta waktu agar bisa panen dulu biar kami tak mengalami kerugian besar. Inikan masa masa pandemi covid-19 yang sulit. Dengan bertani seperti ini awalnya kami berharap ada penghasilan sedikit untuk biaya hidup. Tapi PTPN2 rupanya tak punya nurani. Dibabatnya semua tanaman kami. Bahkan ada warga sampai jatuh pingsan karena banyak menanggung kerugian,"jelas Yanto.
 
Pantauan wartawan di lokasi,  sejumlah alat berat beko dan buldozer terus meratakan lahan tanaman warga dengan pengawalan pihak pengamanan kebun dan Papam Distrik.
 
Hingga malam, pihak Kebun TGPM belum mau menjawab konfirmasi wartawan.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru