![]() |
| Berjoget : Para pengunjuk rasa saat menari dan bernyanyi di depan pintu gerbang kantor Bupati Langkat. |
Langkat, Metrokampung.com
Puluhan warga dari Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingei menggelar aksi unjuk rasa damai, di depan kantor Bupati Langkat, di Stabat, Senin (11/9/2023), menuntut agar jalan- jalan yang ada di desa mereka di aspal, antara lain jalan di Dusun Buah Raja, sebab walaupun sudah 78 tahun merdeka, namun jalan di sana hancur- lebur dan belum pernah diaspal.
"Bayangkan, sudah 78 tahun merdeka, namun jalan- jalan di desa kami belum juga diaspal," teriak mereka sambil membawa poster dan tulisan- tulisan yang menunjukkan kekecewaan mereka terhadap Pemkab Langkat.
Akibatnya, tambah mereka, harga- harga barang mahal, karena buruknya transportasi, sedangkan hasil pertanian masyarakat murah karena sulit diangkut ke luar.
Yang tidak kalah pentingnya, guru- guru yang bertugas di sana juga selalu datang terlambat, sehingga mengganggu proses belajar- mengajar. Menariknya lagi, para pengunjuk rasa itu yang notabene warga dari suku Karo, menari dan bernyanyi sambil berorasi, menuntut agar aspirasi mereka didengarkan dan diwujudkan.
![]() |
| Orasi : Warga Belinteng saat orasi sambil membawa poster dan tulisan- tulisan yang menunjukkan kekecewaan mereka. |
" Bingung pun kami, macam bukan warga Kabupaten Langkat saja kami ini. Sudah 78 tahun merdeka, tapi tidak ada pembangunan di desa kami," tegas mereka.
Karena itu, kalau tak diaspal juga, mereka pun bertekad untuk tidak menggunakan hak pilih mereka di pemilu 2024 nanti, baik Pileg, Pilpres maupun Pilkada.
" Percuma kami ikut pemilu, karena aspirasi kami tidak didengar. Buktinya, sampai sekarang tidak ada yang memperjuangkan aspirasi kami," teriak mereka lagi.
Karena itu, menari dan bernyanyinya mereka, bukan karena gembira, tapi karena kecewa dan gundah- gulana, karena diabaikan dan tidak diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Langkat. (BD)

