PERCUT SEI TUAN, metrokampung.com
Penurunan angka stunting menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mencanangkan Kampung Sehat Intervensi Stunting (KASIH), Jumat (13/2/2026).
Kecamatan Percut Sei Tuan menjadi lokus prioritas penanganan dengan 10 desa prioritas intervensi.
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan pada pencanangan program KASIH tersebut menegaskan, penanganan stunting bukan hanya soal asupan gizi, tetapi juga menyangkut pola asuh, sanitasi, kesehatan lingkungan, serta perubahan perilaku masyarakat.
"Kita mulai dari stunting karena ini menyangkut masa depan generasi. Kalau stunting bisa kita tekan, maka kualitas SDM Deli Serdang ke depan akan jauh lebih baik," tegas Bupati.
Bupati menargetkan, pada tahun 2026 ini, angka stunting di Deli Serdang bisa ditekan hingga di bawah 100 kasus. Sebab, menurut Bupati, stunting sangat erat kaitannya dengan kemiskinan dan rendahnya pemahaman keluarga terhadap pola hidup sehat.
"Stunting lekat dengan kemiskinan dan kurangnya wawasan dalam penanganan. Karena itu semua lini harus bekerja memperbaiki pola di masyarakat," jelas Bupati.
Melalui KASIH, penanganan stunting dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Bupati menegaskan seluruh bantuan harus dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran. Untuk itu, pengawasan harus dilakukan secara ketat agar intervensi benar-benar berdampak pada penurunan angka stunting.
"Saya mau bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk perbaikan gizi dan kualitas hidup anak. Kita akan evaluasi secara berkala," tegas Bupati.
Dengan pendekatan kolaboratif dan pengawasan berkelanjutan, Bupati optimistis percepatan penurunan stunting dapat tercapai, sekaligus melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Adela Sari Lubis STr Keb MKM memaparkan, dalam pencanangan tersebut, Dinas Kesehatan menyalurkan 27.882 saset PMT balita, 119.880 saset suplemen mikronutrien, serta menyediakan 178 unit alat antropometri untuk memastikan pengukuran tumbuh kembang anak lebih akurat.
Kemudian, Dinas Ketahanan Pangan memberikan bantuan pangan selama dua bulan berturut-turut kepada 100 anak stunting. Dinas Sosial menyalurkan bantuan sembako kepada 57 anak stunting di 10 desa prioritas. Dinas Perikanan, bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), memberikan bantuan ikan segar dua kali seminggu selama tiga bulan guna meningkatkan asupan protein hewani.
Sementara itu, Dinas P3AP2KB sebagai leading sector fokus pada perubahan perilaku melalui pelayanan KB bergerak, penguatan Tim Pendamping Keluarga, pembinaan kelompok, serta sosialisasi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).
Intervensi juga menyentuh aspek sanitasi dan hunian layak melalui pembangunan rumah layak huni dan tangki septik untuk mendukung lingkungan sehat bagi anak.
Sumber : DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG
Editor : Simon Sinaga





