Banyak Pungli, Harga Pupuk Lebihi HET, Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa

Editor: metrokampung.com
Unjuk rasa di kantor Dinas Pertanian Langkat, Kamis (7/5/2026) yang lalu. 

Langkat, Metrokampung.com
Mafia pupuk bersubsidi kembali marak di Kabupaten Langkat. Buktinya, puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Langkat dan di kantor Kejaksaan Negeri Langkat, Kamis (7/5/2026) yang lalu, karena banyaknya pungli, sehingga harga pupuk bersubsidi pun melonjak naik jauh melebihi HET, sehingga merugikan para petani, khususnya di Kecamatan Secanggang.
       
Yahhhhhh, luar biasa, sebab aksi mafia pupuk bersubsidi itu bukan baru kali ini saja terjadi di Kabupaten Langkat. Ya, sebab sudah sejak belasan tahun yang lalu, mafia pupuk bersubsidi marak di Kabupaten Langkat.
       
Artinya, sudah sejak lama, sudah keenakan, tapi tak jera juga. Pada akhirnya masyarakat dan para petani juga yang dirugikan.


Parahnya lagi, aparat penegak hukum pun ikut bermain dan mengambil untung. Hal itulah yang diteriakkan para mahasiswa dalam orasinya sambil menunjukkan buktinya.
      
"Ini buktinya. Semua buktinya ada di sini," teriak sang orator, Sutoyo sambil mengacungkan kumpulan kertas yang ada di tangannya.
      
Sementara itu, Kadis Pertanian Langkat, Hendrik Tarigan dengan 'gayanya yang tenang' menjawab tidak tau kalau ada permainan ala mafia seperti itu di instansinya. Karena itu, dia menegaskan akan segera menggelar rapat dan memanggil pihak- pihak yang terkait.
      
Yang jadi pertanyaan, benarkah dia 'bersih' dan tidak terlibat lingkaran korupsi tersebut ? Jangan- jangan, dia cuma sok bersih, tapi termasuk orang yang ikut menikmati hasil pungli tersebut.

Yang lucu dan menggelikan, para orator dari Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Sumatera itu pun  'menyindir' kantor Dinas Pertanian Langkat yang terlihat kusam, semak dan jorok.
       
"Lihat saja, catnya kusam dan rumputnya pun tinggi, sehingga kantor ini terkesan tidak terurus. Kekmanalah, kantornya saja pun semak dan tidak terurus seperti ini. Memalukan dan nampak kali, hanya duit yang mereka kejar," teriak mereka. (BD)
Share:
Komentar


Berita Terkini