![]() |
| Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Dodi Robert Simangunsong, SH di Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026.(ft/Vera/mk) |
Medan, Metrokampung.com
Riuh tepuk tangan warga membahana di Lapangan Sepak Bola Aspol Pasar Merah, Jalan Pukat, Kelurahan Binjai, Medan Denai, Sabtu (25/7/2026). Hari itu, suasana Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Dodi Robert Simangunsong, terasa begitu hangat sekaligus penuh kejutan.
Di tengah penyampaian aspirasi, M. Ikhsan Hutasuhut, Kepala Lingkungan X Kelurahan Binjai, maju mengungkapkan ganjalan di hatinya. Warga di lingkungannya semangat untuk bergotong-royong membersihkan lingkungan, tetapi mereka terbentur fasilitas—mesin babat rumput pun tak punya.
Tanpa pikir panjang dan tanpa basa-basi birokrasi, Dodi merogoh dompet pribadinya. Uang tunai langsung diserahkannya di tempat agar mesin babat rumput bisa segera dibeli.
Tindakan spontan itu menegaskan pesan utama yang ia gaungkan sejak awal acara, jajaran aparatur Pemerintah Kota (Pemko) Medan tak boleh sekadar memberi "janji manis" kepada masyarakat.
"Jangan menjanjikan kepada masyarakat kalau tidak ada realisasinya. Saya tidak suka begitu," kata Dodi dengan nada tegas di hadapan ribuan warga dan belasan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan.
Bagi politisi yang juga menjabat Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Medan ini, tanggapan normatif atas keluhan warga sudah harus ditinggalkan. Setiap persoalan di lapangan, kata dia, pasti ada jalan keluarnya jika dikerjakan dengan niat tulus.
Jalan Kaki Tinjau Titi Lapuk Anak Sekolah
Aksi Dodi tak berhenti pada penyerahan bantuan tunai. Saat seorang warga Jalan Pukat bernama Kiki Widya Prawita mengeluhkan kondisi jembatan kayu (titi) yang menghubungkan Asrama Polisi dengan Jalan Perisai Pribumi, Dodi langsung mengajak jajaran dinas terkait turun ke lapangan.
Jembatan kayu itu dinilai sangat krusial karena menjadi jalur lintasan utama anak-anak pergi dan pulang sekolah. Namun, kondisinya saat ini sudah amat lapuk dan membahayakan keselamatan.
Bersama Kepala UPT Dinas SDABMBK Medan Kota, Dodi langsung berjalan meninjau lokasi usai acara. Ia menegaskan agar perbaikan jembatan tersebut segera dieksekusi tanpa menunda-nunda waktu.
Krisis Air Bersih Buat Warga Begadang tiap Malam
Selain masalah infrastruktur fisik, keluhan mengenai pelayanan dasar masyarakat seperti air bersih juga membuncah dalam pertemuan tersebut.
Boru Sibarani, warga Jalan Turi, menyampaikan keluhannya tentang pasokan air Perumda Tirtanadi yang kerap mati. Kalaupun mengalir menggunakan mesin pompa, air yang keluar kerap keruh dan tak layak pakai.
Kondisi senada dirasakan Sintua Jopi Tambunan, warga Aspol Menteng. Ia mengaku harus mengorbankan waktu istirahatnya setiap malam hanya demi menunggu air mengalir. Ironisnya, laporan yang pernah disampaikannya ke Kantor Cabang Tirtanadi Garuda Mandala seperti menguap tanpa tindak lanjut.
Menanggapi jeritan warga tersebut, perwakilan Perumda Tirtanadi, Dwi Sujadmo, berjanji akan langsung menyisir lokasi terdampak pada Senin (27/7/2026). Pihaknya berkomitmen melaporkan temuan tersebut ke pimpinan demi menambah debit air di wilayah Menteng dan sekitarnya.
Lewat momen reses ini, Dodi berharap kehadiran para pejabat dinas bukan sekadar formalitas menggugurkan kewajiban. Ia ingin memastikan bahwa suara rakyat kecil di sudut-sudut Kota Medan benar-benar didengar dan dihadirkan solusinya secara nyata.(Ra/mk)
