Forkopimcam dan Pemilik Kios Penyalur Pupuk Gelar Rapat Koordinasi Tentang Kelangkaan Pupuk Di Kecamatan Jorlanghataran

Editor: metrokampung.com

Simalungun, Metrokampung.com
Forum Koordinasi Kecamatan Jorlanghataran dan 17 kios penyalur pupuk bersubsidi se Kecamatan Jorlanghataran rapat tentang kelangkaan pupuk di Kantor Camat Jorlanghataran, Kabupaten Simalungun, Selasa (22/9/2026).

Dalam sambutannya Camat Pondang Sidabutar menyampaikan tujuan rapat bersama dengan pemilik kios penyalur pupuk bersama para kelompok tani dan kepala desa saat ini untuk menyinkronkan penyaluran pupuk Urea dan Phonska sehingga tidak langka di tengah-tengah para petani.

Kata Pondang, sejumlah petani saat ini banyak mengeluh atas kelangkaan pupuk dan menyebutkan belum menerima pupuk bersubsidi di Kecamatan Jorlang sehingga menjadi gejolak di kalangan petani.

Dia mengatakan, kelangkaan pupuk di wilayah binaannya diduga disebabkan penyalurannya tidak tepat sasaran."Untuk itu kita meminta kepala desa turut andil mengawasi penyaluran pupuk di desa masing-masing sehingga tepat sasaran kepada penerima manfaat," ujarnya.

Sidabutar menjelaskan, kuota pupuk bersubsidi di wilayah binaannya 1.000 ton Pupuk Urea dan 1.000 Pupuk Phonska per tahun untuk disalurkan ke petani melalui 17 kios penyalur pupuk yang tersebar di 12 desa dan satu kelurahan se Kecamatan Jorlanghataran.

Sijauh ini, ungkap Sidabutar serapan pupuk bersubsidi di wilayah binaannya telah mencapai 700 ton dari kuota yang ditentukan sesuai Rencana Defenitif Kebutuhan Kelopok (RDKK) setahun, namun masih banyak petani yang mengeluh tidak pernah menerima pupuk bersubsidi dan tidak tahu apa kendalanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kansindir Sunardi mengatakan, selama ini pemerintah desa tidak pernah dilibatkan dalam penyaluran pupuk bersubsidi dan meminta agar daftar Rencana Defenitif Kebutuhan Kelopok (RDKK) tani di tempelkan di setiap kantor kepala desa.

"Kita berharap daftar RDKK di tempel di kantor desa dan melibatkan pemerintahan desa agar kita juga dapat diawasi," pungkasnya.

Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Jorlanghataran, Ronal Nainggolan menyebutkan, pihaknya akan menyusun dan memperbaiki RDKK dan menempelkan daftar RDKK di setiap kantor kepala desa dan melibatkan kepala desa disaat penyaluran pupuk bersubsidi sehingga penyalurannya tepat sasaran sesuai dengan luas lahan warga.

Sebelum rapat ditutup, Forkompimcam Jorlanghatan, para pemilik kios pupuk, kepala desa dan kelompok tani sepakat untuk bersama-sama berkoordinasi disaat menyalurkan pupuk bersubsidi ke petani sehingga tepat sasaran.(ss/mk)
Share:
Komentar


Berita Terkini