BERINGIN, metrokampung.com
Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Deli Serdang saat ini mencakup 57 titik lokasi dengan target penyerapan 38.475 tenaga kerja. Program ini memperkuat jaringan irigasi sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat melalui pelaksanaan secara padat karya dan swakelola.
Pelaksanaan program tersebut ditinjau Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, didampingi Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, dalam kunjungan kerja di Kabupaten Deli Serdang, Senin (21/9/2026).
Kunjungan diawali dengan temu wicara bersama Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di GOR Mini Pembangunan Nasional (Pemnas)/Futsal Arena, Desa Sukamandi Hilir, Kecamatan Pagar Merbau. Rombongan kemudian meninjau P3A Bersinar Embun Pagi, Daerah Irigasi Sungai Ular di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, terkait pemanfaatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM).
Dudung menjelaskan, P3-TGAI diarahkan untuk mempercepat pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi kecil dan tersier agar distribusi air dapat menjangkau petak-petak sawah dan lahan pertanian masyarakat. Dana program disalurkan kepada kelompok masyarakat untuk dikelola dan dikerjakan secara swakelola dengan pengawasan berjenjang.
“Program ini dilaksanakan secara padat karya dan swakelola oleh masyarakat tani. Dana APBN disalurkan langsung kepada kelompok masyarakat untuk dikelola dan dikerjakan sendiri dengan pengawasan secara berjenjang,” jelas Dudung.
Diterangkannya, pelaksanaan program tersebut turut mendukung Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Swasembada Pangan. Secara nasional, Program P3-TGAI mencakup 37 provinsi dengan total anggaran mencapai Rp14,6 triliun.
Untuk Provinsi Sumatera Utara, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp527,50 miliar yang tersebar di 21 kabupaten/kota. Khusus di Kabupaten Deli Serdang, program tersebut menjangkau 57 titik lokasi awal dengan target penyerapan sebanyak 38.475 tenaga kerja. Pengembangannya direncanakan mencapai 82 titik lokasi dengan target penyerapan hingga 58.850 tenaga kerja.
Dudung menjelaskan, pembangunan jaringan irigasi primer dan sekunder merupakan tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara itu, jaringan irigasi tersier dikerjakan secara langsung oleh kelompok petani melalui mekanisme swakelola.
“Melalui program ini diharapkan efisiensi distribusi air irigasi semakin baik, produktivitas pertanian meningkat, dan kesejahteraan petani ikut terdorong. Pada akhirnya, program ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional,” ujar Dudung.
Sejalan dengan penguatan irigasi, Pemkab Deli Serdang juga mendorong pengembangan lahan pertanian. Wakil Bupati Lom Lom Suwondo menyampaikan usulan pemanfaatan sekitar 2.000 hektare lahan kawasan kehutanan yang berpotensi dikembangkan menjadi lahan persawahan baru sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Lom Lom, pengembangan lahan tersebut tidak hanya berpotensi menambah luas areal tanam dan produksi pertanian, tetapi juga membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat.
“Jika terealisasi, lahan sekitar 2.000 hektare tersebut berpotensi menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja atau petani baru. Dengan demikian, pengembangan lahan ini dapat memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dengan ketersediaan jaringan irigasi yang baik dan perluasan lahan pertanian, produktivitas pertanian di Kabupaten Deli Serdang diharapkan semakin meningkat serta turut berkontribusi terhadap pencapaian ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Sumber : DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG
Editor : Simon Sinaga




