TANJUNG MORAWA, metrokampung.com
Harapan Rahmi Fadilah, seorang buruh cuci pakaian di Desa Dalu X-A, Kecamatan Tanjung Morawa, untuk memiliki rumah layak huni akhirnya terwujud. Rumah berdinding tepas miliknya akan dibangun menjadi rumah permanen berukuran 6 x 6 meter melalui program bedah rumah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Deli Serdang.
Pembangunan rumah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, bersama Ketua Baznas Deli Serdang, Surya Putra, Selasa (3/11/2026).
Tak hanya membantu memperbaiki kondisi tempat tinggal, Bupati juga memberikan perhatian terhadap masa depan kedua anak Rahmi dengan membuka peluang kerja bagi mereka.
Putra Rahmi, Abdal Husain, yang turut bekerja dalam pembangunan rumahnya sendiri, diberikan kesempatan menjadi bagian dari tenaga BHL di Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Deli Serdang.
Sementara putrinya, Putri Kaila Winata, yang baru menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren, ditawarkan kesempatan menjadi guru agama di salah satu sekolah di Desa Dalu X-A.
Rahmi mengaku sangat bersyukur dan terharu atas bantuan yang diberikan Baznas dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.
“Alhamdulillah, terima kasih saya ucapkan kepada Baznas dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang telah memberikan bantuan bedah rumah untuk saya. Selama ini saya tinggal berdua dengan anak laki-laki saya. Anak perempuan baru pulang setelah tamat dari pondok pesantren beberapa bulan lalu,” ungkap Rahmi.
Ia mengaku tidak menyangka dalam waktu dekat dapat menempati rumah yang lebih layak bersama kedua anaknya.
Selama ini, penghasilannya sebagai buruh cuci pakaian diupayakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membantu biaya pendidikan anak perempuannya di pondok pesantren.
Mendengar kisah Rahmi, Bupati Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk menyediakan rumah layak huni, merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap pembangunan rumah yang ditargetkan rampung dalam waktu 25 hari tersebut tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih baik, tetapi juga menjadi awal perubahan kehidupan keluarga Rahmi.
“Harapan saya, 25 hari lagi bukan hanya rumahnya yang baru, tetapi kehidupannya juga harus lebih baik. Anak-anaknya juga memiliki kesempatan untuk bekerja dan mengembangkan diri,” ujarnya.
Menurut Bupati, perhatian terhadap masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh. Bantuan tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga harus membuka peluang bagi keluarga penerima manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.
Dengan pembangunan rumah dan kesempatan kerja bagi kedua anaknya, keluarga Rahmi diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik serta memiliki masa depan yang lebih cerah.
Sumber: DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG
Editor: Simon Sinaga




