TOBA, metrokampung.com
Gelaran Pameran Tanaman Endemik Toba Ekspo I 2026 di Taman Gurgur, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, resmi ditutup pada Senin (2/11/2026). Di balik sukses besar acara yang berlangsung sejak 31 Oktober hingga 2 November 2026 tersebut, Ketua Umum Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT), Maruap Siahaan, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia dan pihak yang telah berkontribusi penuh.
Maruap menegaskan bahwa keberhasilan acara perdana ini tidak terlepas dari dedikasi luar biasa para pengurus dan tim panitia di balik layar yang bekerja tanpa kenal lelah menerjemahkan mimpi besar pelestarian alam dan kebangkitan ekonomi kreatif.
"Atas nama Yayasan Peduli Danau Toba, saya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi sejak masa persiapan hingga penutupan acara," ujar Maruap.
Apresiasi Khusus untuk Kerja Keras Panitia
Pujian khusus disampaikan Maruap kepada para motor penggerak acara yang saling bahu-membahu menyukseskan hajatan besar ini:
Ir. Mardi FN Sinaga, MBA, selaku Koordinator Pameran, yang tampil visioner dalam memadukan misi ekologis pelestarian tanaman endemik dengan peluang bisnis ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Jekson L. Tobing, SE, sebagai Ketua Pelaksana Pameran, yang berhasil mengordinasikan seluruh persiapan teknis lapangan secara dinamis hingga acara berjalan tertib dan meriah.
Harapan Sibarani, SE, selaku Sekretaris, yang memastikan seluruh administrasi dan koordinasi lintas sektor berjalan tanpa cela.
Fika Hutauruk, selaku Bendahara, yang mengawal pengelolaan finansial secara transparan dan akuntabel.
Apresiasi untuk Pemerintah dan Lintas Daerah
Selain kepada panitia, Maruap juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Toba—yang diwakili oleh Asisten II Sekdakab Toba, Jonni D.P. Lubis—serta Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., yang hadir langsung bersama rombongan lintas daerah.
Kehadiran para pejabat daerah, pimpinan instansi, para pelaku UMKM, komunitas lingkungan, peserta pameran, dan masyarakat luas dinilai menjadi bukti kuatnya kolaborasi dalam merawat kekayaan alam kawasan Danau Toba.
"Keberhasilan pameran ini bukan sekadar diukur dari ramainya pengunjung atau produk yang ditampilkan, melainkan dari tumbuhnya kesadaran bersama bahwa tanaman endemik Toba seperti andaliman, kemenyan, mobe, dan antarasa adalah aset masa depan yang harus dijaga dan dikembangkan," tambahnya.
Menyalakan Semangat untuk Tapanuli Raya
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Maruap berharap agar semangat yang telah dipancarkan melalui Toba Ekspo I 2026 tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pameran ini sebagai titik awal gerakan pelestarian yang lebih besar, berkelanjutan, dan merata di seluruh wilayah Tapanuli Raya.
"Pameran boleh berakhir pada 2 November 2026, tetapi semangat pelestarian tanaman endemik Toba harus terus hidup. Dari Toba untuk Tapanuli Raya, mari kita teruskan langkah ini dari kekayaan alam menuju kesejahteraan bersama," pungkasnya.
Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
