PARIWISATA

NASIONAL

Ketua Komite SMPN 5 Habinsaran Datangi Dinas Pendidikan Tobasa

Minggu, 11 November 2018 | 23.50 WIB
Kali Dibaca |


Tobasa-metrokampung.com
Artinus Pane adalah Komite Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Habinsaran mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tobasa di jalan Kartini Soposurung Balige, Rabu (7/11/2018).

Kedatangan Artinus Pane disambut Kabid Dikdas Tumpal Panjaitan di ruang kerjanya, Artinus menyampaikan bahwa dirinya sangat miris melihat para murid kelas IX di SMP Negri 5 Habinsaran kekurangan buku pelajaran siswa.

"Untuk mengatasi kekurangan buku untuk Kelas IX SMP Negeri 5 Habinsaran tersebut komite sekolah bersama orang tua murid melalui rapat telah mengumpulkan uang sebanyak Rp260.000.per siswa, namun hingga sekarang tidak ada wujud  buku tersebut," ucap Artonius.

Artinus Pane sudah 2 tahun menjadi komite di sekolah tersebut demi perbaikan pendidikan.


Rudi Soltan Nadeak Kepala SMP 5 Habinsaran saat dikonfirmasi metrokampung.com melalui HPnya Rabu d7/11/2018) membenarkan telah melakukan pembelian buku pelajaran K13 dari dana bos untuk kelas IX sebanyak sebelas buah per unit buku , diantaranya buku paket Bahasa Inggris, IPA, MATEMATIK, Bahasa Indonesia, sementara IPS belum dibeli dengan alasan sudah habis anggaran yang 20%.

"Masalah uang yang di kumpul orang tua murid untuk fotocopy sebanyak 260.000 per siswa baru 6 orang yang menyetorkan, dan yang diutarakan komite sekolah tidak benar," ucap Rudi Soltan Nadeak.

Tumpal Panjaitan membenarkan kedatangan Artianus Pane Komite Sekolah SMP 5 Habinsaran untuk melaporkan penambahan tiang listrik kesekolah tersebut, sudah direalisasikan PLN Cabang Sibolga.

Sakarang tinggal pemasangan meteran ke sekolah tersebut dan masih pada tahap diupayakan Dinas Pendidikan Tobasa dengan sekolah.

Masalah kekurangan buku di kelas IX SMP Negeri 5 Habinsaran , Dinas Pendidikan Tobasa akan memperivikasi secepatnya dan dinas pendidikan akan kroscek langsung kelapangan dan supaya tidak salah (berimbang).

"Dalam waktu dekat kita harus kroscek ke benarannya supaya jelas dan laporan komite masih baru hanya sebatas lisan," tandas Tumpal Panjaitan.(Tanda/mk/red)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru