PARIWISATA

NASIONAL

Bupati Batubara Prihatin Bentrok Antar Nelayan

Jumat, 18 Januari 2019 | 17.47 WIB
Kali Dibaca |

Bupati Batubara Ir. Zahir, MAP

Babatubara- Metrokampung.com

Bentrokan antar nelayan yang berujung pada pembakaran kapal pukat trawl di perairan Tanjungtiram Batubara mengusik Bupati Batubara Ir. Zahir, MAP.

Bupati  mengungkapkan keprihatinannya atas bentrokan antar nelayan Batubara yang baru-baru ini meletus lagi. Demikian siaran pers Humas dan Protokoler Setdakab Batubara yang diterima wartawan, Jumat (18/01/2019).

Keprihatinan tersebut diungkapkan Bupati dalam Upacara Kesadaran Nasional dilapangan bola kaki Kelurahan Lima Puluh Kota Kec. Lima Puluh  Kabupaten Batubara, Kamis (17/1).

Dikatakan Bupati sebagai bahan evaluasi kita hari ini, kemarin tepatnya tanggal 14 januari 2018, dua kelompok tidak sepaham mencari nafkah dilaut yaitu nelayan tradisional dan nelayan pengguna pukat trawl. Akibat pertentangan ini masyarakat nelayan tradisional membakar pukat trawl yang dilarang.

Bupati  berharap agar kedepanya para nelayan yang masih menggunakan alat tangkap terlarang beralih ke alat tangkap ramah lingkungan.

Mengantisipasi terulangnya bentrokan antar nelayan, Pemkab Batubara akan membantu nelayan pukat gerandong (trawl) dengan memberikan alat tangkap ramah lingkungan.

Untuk para nelayan harus ikuti aturan Pemerintah sesuai peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 2 tahun 2005 tentang larangan penggunaan alat tangkap ikan trawl dan pukat tarik diwilayah pengelolaan perikanan RI.

"Tentunya kita punya kewajiban untuk mengatasi ini dengan bijak, agar ini tidak terulang di Batubara, karena yang rugi adalah masyarakat kita sendiri yang apabila dibiarkan bisa mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat," urai Bupati.

Kembali ditegaskan Bupati Batubara, pihaknya telah mengambil kebijakan bahwa para nelayan murni yang masih menggunakan alat tangkap terlarang akan dibantu alat tangkapnya agar ramah lingkungan.

Sementar itu aparat penegak hukum akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat nelayan untuk tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang itu.

"Kita berharap dengan kesadaran dan tanggungjawab kita sebagai warga negara, yang mencari nafkah melaut, saling menghormati, saling asah dan asih sehingga hidup kita rukun dan damai dalam mencari nafkah," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kapolres Batubara, Dandim 0208 Asahan  di wakili oleh Pabung, Sekdakab Batubara dan  Pimpinan OPD serta ASN dilingkungan Pemkab Batubara. (ebson ap/damar/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru