Melirik Kepala Desa Tg. Jati, Aslinda Nasution, SE : Kepala Desa Perempuan Yang Tangguh, Tegas, Berwibawa dan Dekat Dengan Semua Kalangan

Editor: metrokampung.com
Kepala Desa Tg. Jati, Aslinda Nasution, SE

Langkat, Metrokampung.com
Pemimpin itu pada hakekatnya adalah seseorang yang mampu untuk memimpin,  menginspirasi, dan mengarahkan orang- orang menuju tujuan bersama dengan visi yang jelas, berintegritas, bisa menjadi teladan, serta memiliki semangat mengayomi, melayani dan bertanggung- jawab demi kebaikan bersama, dan bukan sekedar untuk meraih kekuasaan. Pemimpin sejati menjadi panutan, membangun kepercayaan, dan memotivasi warganya agar berkembang, sering kali dengan turun tangan langsung dan menunjukkan komitmennya.

Lalu, pemimpin itu bukan harus seorang Presiden, Gubernur, Bupati atau Walikota, tapi bisa juga kepala desa, kepala sekolah atau hanya seorang kepala keluarga biasa.
Kepala Desa Tg. Jati, Aslinda Nasution, SE, bersama para staf desa.

Aslinda saat ngumpul dan ngobrol dengan warganya. 

Nah, bicara tentang kepala desa, di Kabupaten Langkat ada seorang kepala desa yang sangat menarik perhatian. Pertama, karena dia adalah seorang perempuan.
       
Yang kedua, walaupun dia seorang perempuan, tapi dia bukanlah seorang pemimpin yang lemah- gemulai, melainkan seorang pemimpin yang tegas dan berwibawa, sekaligus ramah, peduli dan dekat dengan semua kalangan.
       
Artinya, dia bukan seorang pemimpin yang sombong, apalagi arogan. Buktinya, dia dekat dengan masyarakat dan dia juga dekat dengan para wartawan dan LSM.
       
Selain itu, dia juga dekat dengan para ulama, dengan para pemuda, seperti karang taruna, dengan forkopicam dan dengan para kepala desa yang lain. Dia adalah Aslinda Nasution, SE, kepala desa Tg. Jati, Kecamatan Binjai.
Aslinda saat bincang- bincang dan podcast dengan Metrokampung. 

Aslinda saat pelantikan pengurus Karang Taruna Desa Tg. Jati. 

"Aku yang lurus- lurus saja, bang. Tak pandai aku yang macam- macam. Makanya, dengan aparat penegak hukum pun aku dekat," ujarnya saat bincang- bincang dengan Metrokampung, beberapa waktu yang lalu di kantornya.

"Jadi, kok ada juga orang yang tidak suka, kok ada juga musuhku ? Namanya pun manusia, mana ada manusia yang sempurna, bang. Yah, mungkin saja mereka mau mempengaruhi aku, mau mengatur aku, mau mendikte aku. Manalah mau aKu diatur, didikte dan dipengaruhi, bang. Apalagi, pada prinsipnya, apa yang kubuat adalah untuk masyarakat dan  untuk orang banyak, bukan untuk kepentinganku sendiri," tegasnya.

Membangun Desa, Termasuk Pemuda dan Karang Taruna
       
Nah, sebagai kepala desa, Aslinda pun bekerja untuk memajukan desanya. Harapannya, Desa Tg. Jati bisa semakin berkembang dan maju.
       
Jadi, semua sektor digerakkan, termasuk sektor pemuda, dengan membentuk Pengurus Karang Taruna Desa Tg. Jati.
      
Selanjutnya, terkait lahan eks HGU seluas 11,34 ha, yang tidak bertuan, yang ada di Desa Tg. Jati, Aslinda pun menegaskan akan mengelolanya dengan baik.
       
"Intinya, lahan itu akan diberdayakan oleh Pemerintah Desa Tg. Jati, bukan oleh kelompok- kelompok masyarakat tertentu dan bukan untuk kepentingan kepala desa semata, tapi untuk menambah PAD Desa Tg. Jati," ujar kepala desa perempuan yang lahir  pada tanggal 5 Februari 1979 itu sambil tersenyum. (BD)
Share:
Komentar


Berita Terkini