Modus 'Kencing', Mafia CPO Ilegal di Dairi Dikecam Warga, APH Diminta Jangan Tutup Mata

Editor: metrokampung.com
Pintu masuk Diduga menjadi tempat kencing CPO ilegal. 

Dairi, metrokampung.com
Aksi 'kencing' di penampungan minyak mentah ilegal kelapa sawit Crude Palm Oil (CPO) sekitar jalan lintas dairi menuju Aceh Subulussalam tepatnya dikelurahan Sidiangkat terkesan tidak ada yang ditakuti dan kebal akan hukum, diduga puluhan mobil pengangkut CPO tersebut berasal dari arah aceh subulussalam dan singkil  secara bergantian masuk kelokasi yang dulunya digunakan sebagai gudang penggilingan batu (crusher) alih fungsi diduga warga setempat menjadi gudang penampungan CPO ilegal.

Seorang warga Kelurahan Sidiangkat yang tidak ingin dicatut namanya, dengan lugas mengatakan kepada metrokampung.com jika sejak beberapa bulan yang lalu sering banyak terlihat aktivitas mobil pengakutan jenis tangki yang diduga bermuatan CPO  keluar masuk kedalam pekarangan yang ditutupi dengan pintu jenis seng bahkan diakuinya dipinggir jalan tersebut kerap parkir tengah malam seakan menunggu giliran kencing.

“Sering memang masuk kedalam mobil tangki CPO  bermacam lah warna mobilnya, kami dari kecil sudah tinggal daerah sini jadi kami tahu bagaimana bentuk mobil CPO, bahkan jam melintas pun kami paham, pokoknya dari sore hari hingga malam itu  konvoi lah mobilnya," tutur warga (28/02/2026). 

Sebagai warga ia memang sangat merasa keberatan atas aktivitas tersebut, karena dikhawatirkan menimbulkan pencemaran lingkungan serta kerap mengganggu jam istirahat warga sekitar karna suara mesin mobil serta rem angin  (air brake) mobil yang keras disebabkan muatan berat bahkan ada yang menggunakan nada dering.

Ditanya soal siapa pengelola, dirinya tidak berani berkomentar banyak sebab isu ditengah masyarakat bahwa aktivitas tersebut dibekingi oleh orang kuat.

"Soal siapa yang punya saya gak berani bang,soalnya katanya orang kuat,kami masyarakat kecil ini apalah bang takut kami,buktinya sampai sekarang gak berani penegak hukum menindak ,tapi kami berharap masih ada penegak hukum dinegara ini yang tegas yang memperdulikam kami rakyat kecil ini," harapnya. 

Selain dari pada masyarakat tentu aktivitas ini merugikan pihak lain bahkan negara sehingga secara otomatis negara dituntut untuk menindak perbuatan ilegal ini serta harapan masyarakat setempat untuk secepatnya dilakukan.

Laporan : Vik/tim/mk
Share:
Komentar


Berita Terkini