PARIWISATA

NASIONAL

Seorang Korban Begal Argo-Khaidir Alami Trauma

Rabu, 30 Januari 2019 | 20.30 WIB
Kali Dibaca |

Korban begal Liza Hanim (kanan) didampingi suaminya Salim Amiko.
Batubara - Metrokampung.com
Setelah penangkapan pelaku begal Argo dan Khaidir oleh  tim opsnal Sat Reskrim Polres Batubara, para korban berdatangan ke Unit Resum Sat Reskrim untuk mengetahui keberadaan motor mereka.

Korban Liza Hanim didampingi Salim Amiko suaminya kepada wartawan, Rabu (30/01/2019) mengaku trauma akibat pembegalan yang dialaminya.

Liza Hanim (42),  yang untuk sementara tercatat sebagai korban kelima begal Argo-Khaidir sesuai LP / 265/ VIII / 2018/ res Batubara / tgl 12 Agustus 2018. Sepeda motor  Vario warna hitam BK 6734 OAE miliknya dilarikan pembegal  di Dusun Vll Desa Sukaramai  Kecamatan Air Putih.

Tak kuasa menceritakan peristiwa pembegalan terhadap dirinya, Salim menyebutkan saat itu dirinya hendak berangkat ke Malaysia. Lalu pada Minggu subuh istrinya mengantar ke Simpang Kuala Sei Suka, Minggu (12/08/2018).

"Saya sempat berpesan kepada istri agar tunggu agak siang dulu baru pulang sekalian menunggu warga yang dikenal," tutur Salim.

Dalam perjalanan pulang saat istrinya berada di sekitar Sungai Besar Dusun VII  Desa Sukaramai Kecamatan Air Putih tiba- tiba dari belakang muncul 2 pria dengan mengendarai sepeda motor mengejar dan memepet istrinya.

Begitu dipepet, orang berkulit hitam  yang dibonceng langsung menunjang motor istrinya. Akibatnya motor yang dikendarai Liza Hanim terjatuh. Nahas, Liza terpelanting dan terguling-guling hingga mengalami luka dibeberapa bagian tubuhnya. Selain itu dada Liza terasa sakit dan memar diduga terhempas ke leaning jalan.

Begitu melihat korbannya jatuh tanpa menunggu lama  orang berkulit hitam yang akhirnya diketahui bernama M. Khaidir Ali segera menghampiri Liza yang masih tergeletak dipinggir jalan.

" Jangan teriak," ancam Khaidir sembari menempelkan parang ke leher Liza.

Bukan main takutnya Liza melihat parang menempel dilehernya. Dengan ketakutan istri pengurus DPD Partai Golkar Batu Bara ini terpaksa merelakan motor Varionya dibawa kabur Khaidir.

Sepulang ke rumah Liza mengalami trauma berat dan terus ketakutan mengingat peristiwa pembegalan yang dialaminya.

Atas saran dan petunjuk suaminya via handphone dari bandara KLIA Malaysia, Liza ditemani tetangga hari itu juga membuat laporan polisi ke SPKT Polres Batubara.

Menurut Salim Amiko saat diperiksa di Unit Resum Polres Batubara kedua pelaku mengaku sepeda motor istrinya telah dijual kepada salah seorang warga Bandar Khalifah Kecamatan Bandar Khalifah Kab. Serdang Bedagai. (ebson ap/mk)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru