PARIWISATA

NASIONAL

Ikan Lumba lumba yang Tersesat di Sungai Kualu Labura, Satu Ekor Mati dan Satu Lagi Sudah Dikembalikan ke Laut Selat Malaka

Jumat, 01 Februari 2019 | 11.51 WIB
Kali Dibaca |


Labura - metrokampung.com
Satu ekor lagi ikan lumba lumba yang tersesat di Sungai Kualu tepatnya di Desa Kuala Beringin kecamatan Kualuh Hulu kabupaten Labura propinsi Sumatera Utara yang masih hidup dan terlihat sangat lemas ketika dievakuasi petugas BKSDA Sumut dibantu pemerintah kabupaten Labura TNI dan warga, Kamis (31/1) sekitar pukul, 16.30 wib.

Ikan lumba lumba dievakuasi dengan cara menjaring dengan jaring ikan tradisional milik warga. Kini ikan lumba lumba tersebut sudah dibawa ke laut lepas daerah Tanjung Balai dipulangkan kehabitatnya  pada, Kamis malam Jumat.

Ikan lumba-lumba yang muncul di sungai Kualuh saat dievakuasi.

Sebelum nya dikabarkan kemunculan ikan mirip ikan lumba-lumba putih sebanyak dua ekor di Sungai Kualuh Kabupaten Labuhanbatu Utara. Minggu (27/1) menghebohkan warga Labura.  

Namun sangat disayangkan tiga hari yang lalu  ikan lumba-lumba kehilangan temannya karena mati.

BKSDA Sumatera Utara dibantu pemerintah di daerah ini juga TNI dan wargapun melakukan evakuasi terhadap ikan lumba-lumba yang masih hidup dan sempat kesulitan menangkap ikan lumba lumba ini karena arus air yang sangat deras dan peralatan seadanya.


Proses penangkapan ikan lumba lumba ini juga sempat menjadi perhatian warga sekitar ratusan warga memenuhi pinggiran sungai Kualu untuk menyaksikan evakuasi.

Setelah hampir 7 jam melakukan penangkapan terhadap ikan lumba-lumba di sungai Kualuh akhirnya BKSDA Sumatera Utara dibantu TNI dan warga berhasil menangkap ikan lumba lumba jenis punggung Bongkok dengan kondisinya lemas diduga karena tidak mendapat makanan selama berada di Sungai Kualu sehingga kelelahan.

Hal senada juga diakui warga sekitar dan kepala desa Kuala Beringin," Edi Mansur Pane.

Sebelumnya diberitakan satu drai dua ikan lumba lumba ini ditemukan warga dengan kondisi mati dan sudah dibawa ke BKSDA Sumatera Utara yang berada di Kota Medan untuk diautopsi apa sebenarnya penyebab kematian ikan lumba lumba tersebut.

Menurut Sertu James Togatorop Babinsa Kualu Beringin, mereka telah turut membantu masyarakat dan pihak BKSDA Sumatera Utara.

Dalam mengevakuasi ikan lumba lumba ini juga mendapat kendala karena derasnya arus sungai. Ikan lumba lumba yang sudah berhasil ditangkap dari sungai dan sudah dibawa BKSDA Sumatera Utara ke Tanjungbalai dan dikembalikan ke habitatnya.

Kini lumba lumba yang ditangkap BKSDA dibantu TNI dan warga sudah dibawa ke kota Tanjung Balai untuk dilepaskan ke laut Selat Malaka agar kembali ke habitatnya," ujarnya.(stjg/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru