SUMUT

NASIONAL

Kasus Alih Fungsi Lahan, Gubsu: Semua Arahnya ke Ijeck, Kenapa Tak Register 40?

Sabtu, 09 Februari 2019 | 08.49 WIB
Kali Dibaca |


Medan, metrokampung.com
Entah karena belum bisa melupakan rivalitasnya dengan mantan lawannya di Pilgubsu tahun lalu, yakni Sihar Sitorus, berkali-kali Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyinggung nama Register 40 saat berdialog dengan perwakilan mahasiswa dari Aliansi Rakyat Peduli Lingkungan Hidup Sumut, yang berunjuk rasa di Kantor Gubsu, Jumat (8/2/2019).
Oleh mahasiswa, Edy dituntut melakukan evaluasi terhadap seluruh perkebunan kelapa sawit di Sumut. Mereka dicurigai menjadikan areal hutan yang notabene milik negara sebagai lahan usaha.

Contohnya adalah yang tengah marak diperbincangkan, PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) yang dipimpin Musa Idishah atau Dodi yang merupakan adik bungsu Wakil Gubernur Musa Rajekshah atau Ijeck. Kewenangan mengevaluasi oleh gubernur sebagaimana tertuang di UU No. 23/2014.

"Termasuk Register 40 ya" kata Edy kepada para mahasiswa di ruang pressroom kantor gubernur, Jalan Diponegoro, Medan.

Mencermati tuntutan mahasiswa, sebanyak 6 poin, Edy menyimpulkan semuanya mengarah ke Ijeck. Seperti soal dukungan kepada Kapolda Sumut dalam penegakan hukum terhadap PT ALAM. Kemudian tentang tuntutan pemecatan Kepala Dinas Perkebunan Sumut yang dianggap tidak netral dalam alih fungsi hutan menjadi kebun sawit PT ALAM.

"Judulnya semua arahnya ke Ijeck, kenapa tak ke Register 40," tegasnya.

Register 40 mengacu pada areal hutan di Kabupaten Padang Lawas, di mana perusahaan perkebunan kelapa sawit milik keluarga Sinar, yakni PT Torganda, berdiri. Oleh keputusan Mahkamah Agung seharusnya Torganda sudah angkat kaki dari lahan hutan yang diduduki. Akan tetapi sampai hari ini belum berjalan.

Mencuatnya kasus alih fungsi hutan di Langkat oleh PT ALAM membuat berbagai pihak memberi perhatikan kepada kekayaan negara itu. Edy mencatat terdapat sebanyak 117 perusaahan seperti PT ALAM yang menggunakan hutan sebagai lahan usahanya.

Edy mengingatkan agar seluruh pihak menantikan hasil proses hukum yang tengah berlangsung.(rel/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru