SUMUT

NASIONAL

TOLERANSI WARNAI PAWAI OBOR JEMAAT GEREJA GBKP RUNGGUN PECEREN

Senin, 22 April 2019 | 16.04 WIB
Kali Dibaca |

Ketiga Pria Muslim ini turut memeriahkan Hari Paskah Kebangkitan Yesus Kristus.

KARO-METROKAMPUNG.COM
Ratusan jemaat GBKP Runggun Peceren Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi , mengikuti pawai subuh suci, Minggu (21/4). Dengan membawa obor, anak-anak, remaja hingga orang dewasa menyanyikan lagu puji-pujian berkeliling kota Berastagi. Kemeriahan pawai begitu terasa. Kerlap-kerlip Temaran sinaran obor memecah keheningan pagi dihari paskah mengenang kebangkitan Yesus Kristus.

Pawai obor paskah yang dimulai sejak pukul 03.30 Wib dinihari , Rombongan pawai mulai start dari halaman gereja berjalan kaki menuju kota wisata Berastagi mengitari jalan veteran dan Tugu perjuangan. Kegiatan pawai obor paskah oleh jemaat GBKP Runggun Peceren kali ini, Dinilai lebih semarak, energik dan penuh kegembiraan.

Hal ini di lihat dari antusiasme jrmaat gereja yang ikut pawai obor mulai dari anak-anak kecil ,remaja, dan para orang tua dengan jumlah sekitar 500 orang  lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Kepala Desa Sempajaya Meliala Purba yang juga turut hadir dalam memeriahkan pawai obor GBKP runggun peceren 2019 , Mengatakan ,"Mari kita jadikan perayaan hari raya paskah ini penuh dengan suka cita untuk mempererat tali silahturahmi, meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dibalut kasih kristus ".

Kemeriahan Warga Gereja GBKP Runggun Peceren Saat Mengikuti Pawai Obor Keliling Kota Berastagi.

Untuk menjadikan pawai obor paskah tahun ini lebih meriah serta menunjukan keharmonisasian antar umat beragama di desa sempajaya , saya juga mengajak beberapa pemuda yang beragama islam untuk berpartisipasi pada  pawai obor paskah kali ini," ungkapnya.

Sementara, Brama Ginting salah seorang aktivis pemuda yang juga ambil bagian dalam nuansa kebersamaan toleransi antar umat beragama menyebutkan, “Kiranya ritual itu tetap dipertahankan sampai saat ini karena dinilai sebagai cara yang tepat untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus sekaligus menjaga kebersamaan sesama jemaat sekaligus juga sebagai jembatan solidaritas antar umat beragama sesama anak bangsa,”ungkap Brama yang terlihat ikut kerliling kota Berastagi hingga usai kegiatan  pawai obor Paskah. (amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru