![]() |
| Sapril, SH saat bincang- bincang dengan tim konten kreator KELANA, Senin (23/2/2026) |
Langkat, Metrokampung.com
Ada permainan apa lagi di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat ?? Wowww .. banyak.
Karena itu, tak mengherankan jika Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat disebut sebagai 'sarang korupsi' di Kabupaten Langkat. Ya, sebab dari dulu sampai sekarang, semangat korupsi seakan tak pernah padam.
Padahal, dari dulu sampai sekarang sudah banyak kepala dinas dan pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat yang masuk bui. Tapi, korupsi di sana terus hidup dan tidak pernah mati.
Tudingan itu dilontarkan tokoh masyarakat Langkat, yang juga praktisi hukum, Sapril, SH saat bincang- bincang dengan metrokampung dan tim konten kreator KELANA, di kantor PWI Langkat, di Stabat, Senin (23/2/2026).
"Nah, yang terbaru, ini ada laporan dari salah seorang rekanan yang ada di Langkat, terkait dengan pengadaan naskah ujian SD tahun 2026. Rekan kita itu menawarkan biaya Rp. 10.000 per siswa, tapi pihak kepala sekolah dan K3S menolak. Mereka justru menerima harga yang lebih mahal, Rp. 13.000 per siswa. Aneh kan, ada yang lebih murah kok malah mau yang lebih mahal. Ini pasti ada apa- apanya. Karena itu, sudah sepantasnya diusut," ujar Sapril dengan semangat yang berapi-api.
Lebih lanjut, Sapril pun menegaskan hal itu sebagai tindakan mark up, dan dugaan mark- up Dana BOS untuk pengadaan naskah ujian SD itu menembus angka Rp. 1 Miliar per tahun,
"Untuk itu, aparat diminta untuk turun tangan,” ujarnya. (BD)

