𝐏𝐞𝐦𝐤𝐚𝐛 𝐓𝐚𝐩𝐚𝐧𝐮𝐥𝐢 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐏𝐚𝐬𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐒𝐭𝐨𝐤 𝐏𝐮𝐩𝐮𝐤 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐮𝐛𝐬𝐢𝐝𝐢 𝐀𝐦𝐚𝐧, 𝐃𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢𝐛𝐮𝐬𝐢 𝐤𝐞 𝐏𝐞𝐭𝐚𝐧𝐢 𝐃𝐢𝐩𝐞𝐫𝐜𝐞𝐩𝐚𝐭

Editor: metrokampung.com

​SIBORONGBORONG, metrokampung.com
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bergerak cepat memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian bagi masyarakat. Pada Jumat (10/4/2026), tim gabungan melakukan monitoring mendadak terhadap ketersediaan pupuk bersubsidi di Gudang Lini III, Kecamatan Siborongborong, guna menjamin kelancaran musim tanam tahun ini.

​Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh jajaran teknis, di antaranya 𝐊𝐞𝐩𝐚𝐥𝐚 𝐃𝐢𝐧𝐚𝐬 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐧𝐢𝐚𝐧 𝐕𝐢𝐤𝐭𝐨𝐫 𝐒𝐢𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, perwakilan PT Pupuk Indonesia, serta seluruh distributor pupuk se-Kabupaten Tapanuli Utara.

​𝐒𝐭𝐨𝐤 𝐆𝐮𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐞𝐯𝐞𝐥 𝐀𝐦𝐚𝐧
​Berdasarkan hasil verifikasi faktual di lapangan, ketersediaan pupuk di Gudang Lini III berada pada level aman. Tercatat stok Urea mencapai 300 ton, sementara jenis NPK tersedia sebanyak 184 ton.

​Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PT Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan stok di wilayah Tapanuli Utara. Pihaknya menyatakan bakal melakukan pengiriman tambahan untuk jenis NPK secara bertahap sebanyak 600 ton dalam waktu dekat. Setiap hari pupuk sdh tiba sebanyak 2 truk trado atau sekitar 70 ton per hari. 

​𝐓𝐢𝐠𝐚 𝐈𝐧𝐬𝐭𝐫𝐮𝐤𝐬𝐢 𝐒𝐭𝐫𝐚𝐭𝐞𝐠𝐢𝐬 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐃𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢𝐛𝐮𝐭𝐨𝐫
​Guna memastikan pupuk tidak tertahan di gudang, Tim Monitoring mengeluarkan tiga poin instruksi tegas yang harus segera dilaksanakan oleh para distributor:

𝟏: ​𝐏𝐞𝐫𝐜𝐞𝐩𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐲𝐚𝐥𝐮𝐫𝐚𝐧: Distributor diwajibkan segera mendistribusikan stok yang ada ke kios-kios pengecer agar manfaatnya langsung dirasakan petani.
𝟐.​ 𝐊𝐨𝐥𝐚𝐛𝐨𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐋𝐨𝐠𝐢𝐬𝐭𝐢𝐤: Mengingat tantangan armada, distributor diminta membangun skema kerja sama taktis dengan kios pengecer dalam pengangkutan barang agar distribusi berlangsung lebih cepat dan efisien.
𝟑: ​𝐏𝐞𝐥𝐚𝐩𝐨𝐫𝐚𝐧 𝐑𝐞𝐚𝐥-𝐓𝐢𝐦𝐞: Pemerintah Kabupaten mewajibkan pelaporan data penyaluran secara berkala dan tepat waktu (real-time) demi transparansi dan akurasi pengawasan di tingkat daerah.


​𝐌𝐞𝐧𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮 𝐀𝐫𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐏𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧𝐚𝐧
​Laporan hasil monitoring ini telah disampaikan secara resmi kepada Bupati 𝐃𝐫. 𝐉𝐨𝐧𝐢𝐮𝐬 𝐓𝐚𝐫𝐢𝐩𝐚𝐫 𝐏𝐚𝐫𝐬𝐚𝐨𝐫𝐚𝐧 𝐇𝐮𝐭𝐚𝐛𝐚𝐫𝐚𝐭, 𝐒.𝐒𝐢., 𝐌.𝐒𝐢 dan Wakil Bupati adalah 𝐃𝐫. 𝐃𝐞𝐧𝐢 𝐏𝐚𝐫𝐥𝐢𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐋𝐮𝐦𝐛𝐚𝐧𝐭𝐨𝐫𝐮𝐚𝐧, 𝐌.𝐄𝐧𝐠 dan Sekretaris Daerah Tapanuli Utara. Langkah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan dan melindungi kesejahteraan petani di wilayah Tapanuli Utara dari ancaman kelangkaan pupuk.

​Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah terus memantau pergerakan distribusi di lapangan untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat produktivitas lahan pertanian rakyat.


Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
Share:
Komentar


Berita Terkini