SUMUT

NASIONAL

RECOMENDASI DPRD ATAS LKPJ 2018 LABUHANBATU KINERJA BUPATI CUMA 10%

Rabu, 01 Mei 2019 | 21.13 WIB
Kali Dibaca |

Kondisi ruang sidang DPRD pada pembahasan pelaporan LKPJ 2018 Labuhanbatu. 

LABUHANBATU-METRO KAMPUNG.COM
Plt Bupati labuhanbatu dinilai memiliki kinerja pada tahun 2018 hanya 10 % dari seluruh tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Serta direkomendasikan untuk membentuk panitia khusus dalam rangka  pembahasaan pendapatan daerah,belanja daerah khusunya pelaksanaan proyek tahun anggaran 2018 yang dibawakan kembali pada tahun anggaran 2019 juga pelaksanaan seleksi lelang jabatan pimpinan tinggi pratama.

Selain itu DPRD meminta kepada Bupati Labuhanbatu agar meninjau kembali keputusan bupati Labuhanbatu tentang penetapan penerimaan dan besaran pembayaran insentif pemugutan pajak daerah dan retribusi daerah dengan tujuan agar lebih berkeadilan terhadap Kepala desa/Lurah dan sampai kepada Kadus atau Kepling dengan porsi yang layak dan memadai,"papar muniruddin pada sesi pembacaan recomendasi menanggapi pembahasan laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati Labuhanbatu Tahun Anggaran 2018 yang digelar pada Selasa (30/4/2019).

Penilaian terhadap pemerintah kabupaten labuhanbatu tersebut didasari nilai sejumlah realisasi capaian yang disimpulkan panitia Khusus DPRD labuhanbatu bahwa dalam pengelolaan pendapatan daerah kinerja pemerintah daerah sangat rendah sehubungan realisasi penerimaan pajak daerah 79.05 % dan retribusi daerah realisasinya 39.26 % tidak mencapai  target direncanakan," paparnya munir.

Selain itu pajak mineral bukan logam dan batuan capaiannya hanya 58,37% Meski diketahui bersama bahwa pada tahun anggaran 2018 di Labuhanbatu sedang gencarnya pelaksanaan pekerjaan penimbunan badan jalan jalur kereta api yang jelas jelas  menggunakan material tanah timbun tentunya dalam hitungan Volume cukup besar.

Demikian halnya dengan pajak bumi dan bangunan (PBB) sektor perdesaan dan perkantoran realisasinya hanya mencapai 56,25%.Pajak burung walet realisasinya hanya 20,58%," paparnya.

Selain itu juga rendahnya capaian jasa giro hanya 27.91%(2.511.548.710) dari target 9.000.000.000.-disebabkan karena rendahnya jumlah saldo pada rekening kas daerah.serta penerimaan bagi hasil laba perusahaan (deviden) teralisasi hanya 49.86% (8.725.188.771) dari target 17.500.000.000.- dan sejumlah item lain yang merupakan pendapatan daerah.(MK/Rahmatfajar sitorus)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru