SUMUT

NASIONAL

Pencitraan Adalah Selimut Empuk Penutup Kebohongan

Sabtu, 08 Juni 2019 | 18.34 WIB
Kali Dibaca |


Oleh : Firman Tobing

Sulit bagi setiap orang bisa memahami karakter dan kepribadian seorang lainya. Kegagalan dalam pemahaman ini cenderung menggiring orang tersebut masuk dalam lembah penyesalan bahkan terperosok kedasar kekecewaan yang gelap. Penafsiran dan penilaian terhadap kepribadian seseorang yang disimpulkan, justru memberi jawaban penghianatan. Ketidaklogisan jawaban tersebut tentu akan menjadi fenomena alam yang akan selalu mengingatkan adanya sebuah pembelajaran.

Pelaku penghianatan sangat lihai dan cerdik melakukan peran nya. Kecerdikan dan kelihaian itulah yang menyebabkan setiap orang yang disantroni nya menjadi korban. Formula yang kerap digunakan para penghianat ini adalah membangun citra diri. Korban-korban dari penghiantan tersebut tentunya mampu menangkal formula ini. Namun tak jarang, para korban penghianatan yang menjadi korban kembali menjadi korban, dikarenakan kurang nya sumber daya manusia (SDM) dan mengedepankan azas keserakahan.

Ada banyak trik canggih yang bisa digunakan pelaku penghianatan dalam menjebak korbanya. Orang-orang yang belum menjadi korban harus mewaspadai gerak-gerik pelaku penghianatan ini, serta berkonsultasi kepada para korban lainnya yang berpengalaman. Sejatinya penghianatan ini dilakukan para pelaku untuk kepentingan semata demi menambah koleksi kesenangan duniawi secara pribadi. Dengan mengesampingkan sisi manusiawi.

Perlu diketahui bahwa penghianatan itu akan hanya memberikan buah kesejahteraan bagi sekelompok kecil, tetapi kesusahan bagi kelompok yang besar. Konstruksi citra diri yang dibangun pelaku penghianatan ini cukup kokoh, para korban harusnya bergerak mensosialisasikan hal itu demi terwujudnya kesejahteraan yang adil dan merata. Bukan justru pro pada sekelompok orang yang berada disekeliling pelaku penghianatan itu sendiri. Tindakan sosialisasi ini dilakukan menunggu surat penunjukan langsung dari Tuhan yang maha kuasa terhadap si Pelaku penghianatan diterbitkan. ***


Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru