SUMUT

NASIONAL

Perum Jasa Tirta I Gelar Sosialisasi Penguatan dan Percepatan Penghijauan di Kabupaten Samosir

Rabu, 26 Juni 2019 | 12.26 WIB
Kali Dibaca |


Samosir, metrokampung.com
Untuk mempercepat progres Penghijauan Kawasan Danau Toba khususnya di Samosir sebagimana yang telah disepakati dalam Perjanjian Kerjasama tripartit antara PT. Inalum dan Perum Jasa Tirta I dengan Pemkab Samosir tentang Konservasi Danau Toba, Perum Jasa Tirta I bekerjasama dengan PT. Inalum dan Pemkab Samosir menggelar Sosialisasi Penguatan dan Percepatan Penghijauan yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Sianjur Mulamula, Selasa (25/6).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Sekdakab Samosir Drs. Jabiat Sagala, SH, M.Hum, Kepala Sub Divisi Jasa Asa 51 Samosir Perum Jasa Tirta I Mahendra Sitinjak, Supervisor Seksi Power Civil Technical PT. Inalum (Persero) Irwan Sianipar, Kadis Lingkungan Hidup Sudion Tamba, Dinas Pertanian, Staf Ahli Bupati, Camat Sianjur Mulamula, Harian dan Sitiotio, Muspika, FKTM Desa Siboro, Kepala Desa dan BPD Desa Siboro, Partukkot Naginjang dan Janji Raja.


Sekdakab Samosir Drs. Jabiat Sagala, M.Hum dalam sambutannya menyampaikan sesuai dengan Visi Misi Kabupaten Samosir mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri dan berdaya saing berbasis Pariwisata dan Pertanian, maka upaya konservasi Danau Toba khususnya Samosir menjadi salah satu program untuk mencapai visi tersebut. Pemkab Samosir bersama dengan PT. Inalum dan Jasa Tirta I telah menyepakati kerjasama konservasi dilahan-lahan kritis daerah tangkapan air Danau Toba dengan tanaman buah. Ada sekitar 30.000 Ha lebih lahan di Samosir yang tidak produktif yang perlu dilakukan upaya konservasi.

,"Selain fungsi Konservasi, kedepan juga diharapkan bernilai ekonomis bagi masyarakat dan akan menjadi salah satu potensi pariwisata berbasis pertanian,"ujar jabiat

"Masyarakat sebagai penerima manfaat harus memanfaatkan peluang ini, dan bersedia memberikan tanahnya untuk dilakukan penghijauan dengan ditanami tanaman buah. Kita pastikan bahwa status tanahnya tidak akan berubah dari pemilik aslinya, meskipun akan ditanami oleh pemerintah", tegas Jabiat Sagala.

(Join/ tim)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru