TARUTUNG, metrokampung.com
Keberadaan mobil dinas milik Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dengan nomor polisi BB 8330 B kini menjadi sorotan publik. Pasca terlibat kecelakaan pada 20 Agustus 2025 lalu, unit kendaraan tersebut hingga kini, Rabu (10/3/2026), belum diketahui rimbanya dan diduga disembunyikan.
Ironisnya, saat kecelakaan terjadi di tikungan Desa Pasar Lumbanjulu, Kabupaten Toba, mobil dinas yang ditumpangi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Taput berinisial L. Boru Nababan tersebut kedapatan menggunakan plat hitam (plat palsu), menyalahi ketentuan kendaraan dinas yang seharusnya menggunakan plat merah.
Kronologi dan Dugaan Penggelapan Aset
Peristiwa bermula saat mobil dinas tersebut bertabrakan dengan sebuah ambulans tahun lalu. Namun, sejak insiden itu hingga tujuh bulan berselang, mobil tersebut tidak pernah terlihat beroperasi di lingkungan kantor Dinas Kesehatan.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan adanya dugaan bahwa mobil tersebut sengaja tidak dipulangkan ke kantor aset, melainkan dititipkan kepada pihak keluarga pejabat terkait.
Pihak Dinas Kesehatan Saling Lempar Tanggung Jawab
Saat mencoba dikonfirmasi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, L. Boru Nababan, tidak berada di kantor. Sementara itu, Bendahara Dinkes, F. Hutabarat, mengaku buta terkait detail perbaikan dan posisi unit saat ini.
"Terkait anggaran biaya perbaikan kecelakaan hingga saat ini belum ada dari dinas ini. Keberadaannya juga saya tidak tahu, karena ada bagian aset yang menangani," ujar F. Hutabarat saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Meski demikian, F. Hutabarat membenarkan bahwa saat kejadian, pimpinannya tersebut memang sedang dalam perjalanan dinas keluar kota. "Sepengetahuan saya, Ibu Plt saat kejadian sedang melaksanakan tugas luar kota dan ada Surat Perintah Tugas (SPT)-nya. Namun mengenai di bengkel mana mobil itu diperbaiki, saya tidak tahu," tambahnya.
DPRD Taput Akan Lakukan Penelusuran
Menanggapi simpang siurnya keberadaan aset daerah ini, anggota Komisi C DPRD Taput, Dapot Hutabarat, menyatakan akan segera menindaklanjuti informasi tersebut kepada dinas terkait.
"Saya akan coba cek dulu informasinya ke dinas. Bagaimana kondisi mobil itu, di mana keberadaannya, dan jika memang dalam perbaikan, kapan selesainya harus jelas," tegas Dapot melalui pesan singkat WhatsApp.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terkait alasan penggunaan plat palsu pada kendaraan dinas dan kejelasan status fisik aset negara tersebut.
Penulis: (Jufri/Friska)
Editor : Simon Sinaga

