SUMUT

NASIONAL

Dialog Lintas Agama Pelihara Kondusifitas dan Keutuhan NKRI

Kamis, 25 Juli 2019 | 20.13 WIB
Kali Dibaca |

Para peserta dialog bersama Kepala Kemenag Humbahas, Drs. Safaruddin (tengah) ketika diabadikan.

Doloksanggul, Metrokampung.com
Menjaga serta memelihara kondusifitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kementrian Agama melalui Kantor Kemenag Humbahas gelar dialog lintas agama bertempat di Aula Kantor Camat Dolok Sanggul, Kamis (25/7/2019). Dialog lintas agama ini menghadirkan para tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Unsur Pemerintah dari Pemda Humbahas, Pers dan, TNI/Polri.

Kepala Kemenag Humbahas, Drs Safaruddin dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kekondusifan suatu daerah harus tetap terjaga demi keutuhan NKRI. Karena saat ini, khususnya kota besar yang masyarakatnya heterogen, kerap melihat perbedaan dari sisi agama, suku, adat dan budaya. Tapi kita tidak tahu, bahwa perbedaan itu adalah ciptaan Tuhan agar kita hidup berdampingan dengan nyaman dan aman. Menurut Safaruddin, bahwa dialog antar agama dan lintas masyarakat sangat perlu dilakukan. Sebab dengan dialog itu dapat bertukar pikiran dan merubah perbedaan menjadi warisan untuk menjaga keutuhan.

"Kita akui, sejauh ini kekondusifan di Humbahas masih terpelihara dengan baik. Sebab masyarakatnya masih mayoritas serumpun. Meski masyarakat dibedakan aliran agama namun hal itu tidak menjadi sekat pemisah antara satu dengan lainnya," katanya.

Mantan Kepala Kemenag Tebingtinggi itu mengatakan, menjaga kekondusifan, kita tidak bisa duduk tenang dan bersantai saja. Kekondusifan itu bisa saja tersulut bila tidak dijaga dan dipelihara secara bersama. Kerukunan umat beragama juga tidak semata-mata dipikul oleh pemerintah namun umat beragama itu sendiri, para tokoh agama dan semua elemen masyarakat. Sehingga, dalam hal ini diperlukan dialog, duduk bersama menata heterogen menjadi modal kekuatan bukan perpecahan kekondusifan bisa terjaga bila kita bisa saling menerima perbedaan karena perbedaan adalah keniscayaan.

Sementara, Bripka Rikardo H Sibarani dari Satuan Binmas Polres Humbahas menyampaikan, bahwa terganggunya kekondusifan karena perbedaan agama. Tergangunya kekondusifan juga kerap terjebak dalam penggunaan IT dan media sosial yang tidak bijak yang diperparah penyampaian berita bohong (hoax).

"Hoax sudah ada sejak 1946. Hoax kini lebih parah dari perang bahkan nuklir, sehingga hoax perlu kita perangi bersama karena dapat mengganggu kondusifitas NKRI," ujarnya.

Sebelumnya, camat Dolok Sanggul, Pardomuan Manullang mengaku mengapresiasi kegiatan dialog lintas agama yang dilaksanakn oleh Kemenag Humbahas. Dia berharap kegiatan ini rutin dilakukan sehingga menyentuh semua elemen masyarakat. Menurutnya, bahwa pelaksanaan kekondusfian tidak cukup hanya pemerintah. Tidak boleh bertepuk sebelah tangan. Namun harus satu derap langkah. "Melalui kegiatan ini akan ada sesuatu program yang lebih baik demi keutuhan NKRI secara umum," tandasnya. (FT/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru