SUMUT

NASIONAL

Jalan Jadi Rusak dan Berdebu, Masyarakat Sosor Lontung Keluhkan Aktivitas Tambang Batu

Senin, 29 Juli 2019 | 12.04 WIB
Kali Dibaca |



Dairi, metrokampung.com
Akses jalan yang menghubungkan Desa Sosor lontung Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi  dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, jalan tersebut rusak parah dan penuh lubang di sepanjang jalan, Sabtu (27/7/2019).

Nampak di ruas jalan tersebut terdapat Batu-batu besar di taruh di pinggir jalan dan tulisan "harap pelan" bentuk protes warga kepada para supir-supir yang membawa mobil besar untuk mengangkut batu dari pertambangan.

Salah satu masyarakat desa sosor  lontung br.gultom mengatakan jalan tersebut sudah lama rusak dan belum diperbaiki hingga saat ini. "jalan ini rusak di kerenakan adanya pertambang Batu di desa kami dan dari desa juma tuang Selain jalan yang rusak, debu yang ada di jalan pun sangat mengganggu pengguna jalan dan pemukiman kami. Mobil proyek dari pertambangan  tersebut setiap hari lewat dari jalan utama ini dan membawa abu yang sangat banyak.

Dan sampai saat ini belum ada bantuan apapun dari pihak perusahaan untuk mengatasi abu tersebut, kami kahwatir dengan keadaan ini,apa lagi kalau musim kemarau saat ini.

Ada beberapa perusahan tambang di daerah kami ini, dan kami sebagai masyarakat mengharapkan kepada pemerintah dan para perusaahan untuk menindak lanjuti segera keluhan kami ini.

"Apa lagi akses jalan kami ini sudah rusak parah di tambah abu yang tiap hari mobil besar lalu lalang membawa abu sampai kerumah kami. Kami juga memohon kalau bisa perusahaan membantu untuk menyiram jalan ini supaya mengurangi abu tersebut. Karena mobil perusahaan itu juga yang membuat jalan ini rusak," ujarnya.

Di lain tempat kepala desa Sosor Luntung B. Simanullang memberi penjelasan kepada awak media, bahwa jalan rusak ini sudah lama rusak dan berabu, dan kemungkinan tahun depan akan di perbaikin. Dulu pihak perusahaan pernah memberi bantuan mobil tengki untuk menyiram jalan ini setiap hari, tapi entah dimana sekarang keberadan mobil tersebut, dan kami dari pemerintah setempat sudah pernah meminta bantuan kepada para perusahaan untuk menangani keluhan ini," ucapnya.(Bill/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru