SUMUT

NASIONAL

Pembentukan P2KD Desa Lae Pangaroan Diduga Secara Tertutup, Menuai Protes Warga

Selasa, 23 Juli 2019 | 20.24 WIB
Kali Dibaca |


Dairi, Metrokampung.com
Proses pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) di Desa lae pangaroan, Kecamatan silima punggapungga, mengundang aksi protes dari beberpa warga setempat dengan menyurati camat setempat dan di bumbuhi tandatangan keberatan beberapa warga. Penyebabnya, ada pihak yang merasa dirugikan lantaran tidak bisa mengikuti tahapan proses pembentukan P2KD.

Setelah di konfirmasi pihak media ke camat setempat melalui HP seluler, beliau menerangkan bahwa kita sudah  konfirmasi tadi ke pihak dinas Pemdes Kab.Dairi dan pihak Pemdes Juga sudah panggil BPD dan menurut pihak pemdes sudah melakukan secara prosudur.ujar camat silima punggapungga senin (23/7).




Eben ezer doloksaribu (37) warga setempat yang melakukan protes dalam proses pembentukan P2KD, mengatakan jika aksi protes yang dilakukannya karena pihaknya merasa dirugikan. Bahkan dirinya mempertanyakan legalitas BPD  lae pangaroan karena dianggap sudah melakukan pembentukan P2KD dengan tidak berimbang“Kami khawatir dalam proses pembentukan panitia P2KD tersebut ada ketimpangan dari beberapa pihak.

Selain itu ada kesan tertutup, sebab kami tidak diundang,dan dalam pembentukan P2KD  di maksud BPD tidak melengkapi berita acara hasil rapat BPD  yg di laksanakan di rumah Pribadi BPD.

Dan didalam perekrutan P2KD di maksud tentu memiliki persyaratan yang di keluarkan oleh pemerintah namun dari ketujuh panitia yang sudah di pilih diam-diam sebelumnya di duga tidak memenuhi persyaratan yang pasti, maka dengan itu kami warga desa lae pangaroan memohon kepada pihak terkait untuk melakukan pemilihan ulang P2KD sesuai dengan peraturan yang berlaku dan transparan” ucapnya,(Bill/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru