SUMUT

NASIONAL

Deliserdang Ekspor Salak STM Hulu ke Thailand

Rabu, 28 Agustus 2019 | 06.38 WIB
Kali Dibaca |



Lb Pakam, metrokampung.com
Kementerian pertanian lewat badan karantina pertanian (BARANTAN) kembali mengapresiasi petani dan eksportir di wilayah deli serdang.

Petani sekaligus Eksportir salak madu asal daerah Tiga Juhar kecamatan STM Hulu kabupaten Deli Serdang mampu membawa buah asli indonesia tembus pasar ekspor untuk pertama kalinya ke luar negeri dan pada pengiriman perdana ini ke Thailand.

“Kita patut apresiasi prestasi yang demikian, kita bantu dari sisi informasi dan pemenuhan phytosanitary nya”.ungkap Ali Jamil, Kepala Barantan saat melepasperdana Ekspor Salak madu dari Deli Serdang ke Thailand, Selasa (27/8) di kantor Karantina Pertanian Medan Kualanamu Kecamatan Beringin.



Setelah berbagai daerah mampu melakukan ekspor salak ke manca negara seperti petani salak asal Yogyakarta, Denpasar dan Semarang, sekarang giliran petani di Kabupaten Deli Serdang yang mampu membawa buah yang bernama latin_Salacca edulis_ke pasar luar negeri.

Dedi Juliardi, Direktur CV.Sinar Ponti sebagai petani sekaligus eksportir mengaku senang atas dukungan dari kementan, harga pasar ekpor bisa jauh lebih baik dan lebih tinggi di bandikan harga lokal. Dari informasi harga ekspor bisa mencapai Rp.68.000,- per kg sedangkan pasar lokal sekitar Rp. 20.000,- per kg.

Menurut Jamil, pihaknya  sesuai dengan tugasnya memastikan produk pertanian ini memiliki daya saing dan diterima sesuai persyaratan ekspornya.Target pemeriksa karantina pada buah salak salah satunya adalah terhadap lalat buah(Bactrocera spp) jenis hama lalat buah yang menjadi perhatian utama untik negara Thailand, sebagai negara tujuan ekspor perdana kali ini. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas dilaboraturium yang telah terakreditasi secara internasional. “Selaku otoritas karantina, Barantan menjadi penjaminnya," jelanya.

Selain itu layanan pemeriksaan ekspor juga dilakukan dengan sistem jemput bola yaitu pemeriksaan ditempat pemilik, rumah kemas tujuanya agar meningkatkan efektifitas dan mempercepat arus barang saat dibandara atau pelabuhan. Menurutnya, jika diperlukan petugas karantina juga dapat memberi pelatihan bagi petani maupun rumah kemas agar produknya terhindar dari organisme penganggu tumbuhan karantina (OPTK) sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan, sehingga mengurangi reject saat penyortiran.

“Untuk budidaya dan penerapan  good farming practice  kita juga bekerja sama dengan instansi didaerah supaya kita bisa dorong bersama, kita kibarkan merah putih di berbagai negara”,tandasnya.

Dari data Kementerian Pertanian, ekspor buah salak terus meningkat. Pada tahun 2017 tercatat hanya mencapai 965 ton, sedangkan pada tahun 2018 ekspornya mencapai 1.200 ton atau senilai Rp.19,7 Miliyar. Dengan tujuan ekspor kelebih dari 30 Negara mitra dagang, seperti China ,New zealand, Saudi arabiah, Singapura dan Belanda.

Selain melepas 400 kg salak ke Thailand, bersama  Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan, Ali Jamil juga melepas berbagai komoditas ekspor dari medan seperti bambu, rempah rempah,kopi, bunga potong, daun bambu, sirsak , ubi jalar, getah pinus, dan sarang burung walet ke berbagai negara seperti Jerman, Australia, Jepang, Korea Utara, Kamboja, Vietnam, Hongkong, UK, USA, China dan Rusia.

Sementara itu Hafni Sahara , Kepala Balai Karantina Pertanian Medan menambahkan bahwa, pihaknya mendorong masyarakat  terutama calon eksportir  baru dari kalangan milenial agar mau mengambil bagian menjadi eksportir komoditas pertanian. Lewat program Agro Gemilang, Karantina Medan memberikan berbagai informasi dan bimbingan agar calon eksportir baru mudah memahami persyaratan sanitary dan phytosanitary (SPS) dari negara tujuan.   

Ia juga menyampaikan bahwa peta komoditas pertanian ekpor (iMACE) yang selama ini diberikan pada pemerintah daerah, informasi umumnya juga bisa di dapatkan dikantor layanan Karantina Pertanian Medan. Menurutnya, informasi tentang pangsa pasar atau negara tujuan ekspor juga dapat dibagikan kepada calon eksportir baru.

Bupati Deli Serdang  H Ashari Tambunan yang juga hadir  dalam acara Ekspor perdana Komoditas buah Salak Ke Negara Thailand tersebut juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Kementan yang telah banyak memberi bantuan dorongan motivasi kepada masyarakat deli serdang khusunya pada penggiat ekspor lewat Barantan tersebut . ia dan pimpinan OPD terkait akan bekerja sama untuk mewujudkan upaya tersebut. Untuk itu  kita juga harus lebih pro aktif karna banyak hal yang harus kita lakukan tapi memastikan bahwa produk ini mengikuti semua aturan  sehingga nanti bisa masuk kepasar dunia.

“Pemerintah Kabupaten Deli Serdang akan terus berupaya bekerja sama dengan masyarakat tentunya hal ini sejalan dengan program pemerintah daerah Kabupaten Deli Serdang  untuk menjadikan masyarakat yang memiliki daya saing dalam pengembangan ekonomi kreatif ,”ungkap H Ashari tambunan.(dra/mk)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru