SUMUT

NASIONAL

Kenang Gugurnya Pahlawan Jijen dan Kobir, Ir. H. Zahir, MAP Ikuti Taptu di Simpang Dolok

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 12.01 WIB
Kali Dibaca |


Batubara, Metrokampung.com
Bupati Batubara Ir.H.Zahir.MAP menghadiri malam Taptu dalam menyambut HUT RI ke 74 di Desa Simpang Dolok Kecamatan Datuk Lima Puluh Kabupaten Batubara, Jumat  (16/08) malam.

Hadir dalam kegiatan Wakil Ketua DRPD Syafrizal Ramli.SE.MAP, Asisten II Setdakab  Renold Asmara, Kadis Kominfo Andri Rahadian, AP, Danramil 03 Limapuluh di wakili Sertu Suhardi, Kapolsek Limapuluh AKP Jhony Andries Siregar, SH, Camat Datuk Limapuluh Ngatirun, SH, Kepala Desa Simpang Dolok Yusnan, mantan kades OK Suhemi, SH, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten  Batubara Zulkifli Has, Ketua IPK Zulkifli Efendi, Kades Cahaya Pardomuan Donny Ambarita, Anggota DPRD terpilih Azwar Simanjuntak, SE, Ketua PAC Datuk Limapuluh Irwansyah. SPd.

Tokoh masyarakat Ok Suhemi mengisahkan kronologis gugurnya pahlawan Jijen dan Kobir.

Peristiwa tersebut  terjadi pada tanggal 14 Agustus pada satu agresi ke ll penjajahan Belanda yang mengakibatkan gugurnya pahlawan anak bangsa Indonesia setelah kontak senjata antara laskar rakyat Indonesia dengan kolonial Belanda. Peristiwa ini terjadi pada 13 Agustus 1947 pukul 10.00.

Pada saat ini  komandan laskar rakyat kemerdekaan Republik Indonesia yaitu Letnan Hasbi bin Thalib Gading mendapat laporan dari laskar yang berada di Sungai Ular Perbaungan bahwa ada tentara Belanda yang akan melintasi Limapuluh dengan membawa pasukan senjata lengkap menaiki kereta api dari Medan menuju Kisaran.




Dengan adanya laporan tersebut komandan laskar Letnan Hasbi Bin Thalib Gading memberitahukan dan memerintahkan kawan kawan seperjuangan yang masih berkumpul di Simpang Dolok antara lain : Bachtiar Uteh, Biruddin Ahmad Bari, Itam Parto, M Yusuf, Ahmad Anwar, Itam Kingking, Bahrum dan banyak lagi yang tak dapat disebutkan namanya satu persatu dan pejuang ini semuanya sudah meninggal dunia.

Hanya yang masih hidup sampai sekarang adalah komandan laskar tersebut yaitu Letnan Hasbih bin Thalib Gading dan sekarang beliau tinggal di Serdang Bergadai dan menjadi Veteran Kabupaten Serdang Berdagai.

Pada tanggal 13 malam 14 Agustus 1947 Letnan Hasbih Bin Thalib Gading memerintahkan laskar yang ada di Simpang Dolok agar secepatnya bergerak datang ke Limapuluh. Tujuannya untuk melakukan sobotase dengan membongkar rel Kereta Api (KA) tersebut.

Laskar pejuang langsung mengadakan pembongkaran rel KA  dengan susah payah di  lokasi yang sekarang berada lebih kurang 500 meter dari blok 8 Limapuluh.


Pada  14 Agustus 1947 pukul 10.00 WIB datang KA dari jurusan Medan menuju Kisaran dengan 5 gerbong. Kepala gerbong KA disebut ada dua satu di depan dan satu ada di belakang gerbong.

Laskar pejuang siaga menanti kedatangan KA mengangkut tentara kolonial Belanda setelah KA anjlok.

Setelah gerbong depan terguling terjadilah kontak senjata antara kolonial Belanda dengan laskar Indonesia menggunakan senjata senapan Locok.(MK/DS)

Keterangan foto: Bupati Batubara Ir.H.Zahir.MAP, kapolsek limapuluh AKP Jhony Andreas dan wakil DPRD Syafrizal Ramli.SE

MAP saat berada di Makam Pahlawan. (Foto/Damar Sirait)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru