SUMUT

NASIONAL

Pemkab Deliserdang-Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI Teken Komitmen Bersama

Selasa, 20 Agustus 2019 | 11.48 WIB
Kali Dibaca |


Lb Pakam, metrokampung.com
Kabupaten Deli Serdang merupakan Kabupaten yang mempunyai banyak potensi daerah, terutama pada sektor ekonomi kreatif. Wilayah yang luas dan sumber daya manusia yang tinggi didukung oleh infrastruktur transportasi dan komunikasi yang memadai merupakan modal besar bagi pengembangan sektor ekonomi kreatif.

Langkah ini yang diupayakan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang  dengan melakukan kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI melalui Program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I). Satu tahapan telah dillalui dengan telah dilakukan penandatanganan Berita Acara hasil Uji Petik PMK3I ini dihadiri oleh Bupati H Ashari Tambunan, Wakil Bupati HMA Yusuf Siregar, Asisten II dr. Aida Harahap Mars, Kepala Bapedda Ir. A Haris Pane, Kadis Pariwisata Faisal Arif Nasution, Deputi Infrastruktur Bekraf Indonesia  Dr. Hari Santoso Sungkari, Tim dan asesor PMK3I ,para akademisi, pebisnis dan komunitas. Di Aula Cendana Kantor Bupati (16/8) Lubuk Pakam. Penandatangan ini dilakukan oleh perwakilan Komunitas, akademisi, pebisnis, Pemerintah Sumatera Utara, Kadis Porabudpar,Ka.Bapedda, Tim PMK3I,Asesor PMK3I dan Bupati Deli serdang menyetujui hasil yang dilakukan Tim PMK3I dan diketahui Deputi Infrastruktur Bekraf.

Bupati Deli Serdang dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan menyambut baik atas kesempatan yang diberikan kepada Kabupaten Deli Serdang khususnya pelaku ekraf untuk nantinya bisa mendapat bimbingan, pendampingan dan pembinaan dari Bekraf.



‘Dari angka indeks pembangunan manusia 73,94 yang merupakan tertinggi di Sumatera Utara. Pertumbuhan ekonomi Kab. Deli Serdang cukup tinggi yaitu 5,32 % terhadap Sumatera Utara 5,25% dengan ini ratio yang semakin menurun 0,28% terhadap Sumatera Utara 0,32%. Angka tingkat kemiskinan di Deli Serdang hanya sebesar 4,86% terhadap Provinsi Sumatera Utara 10,35 merupakan terendah Se-Sumatera Utara’.

Lanjut Bupati, ada 16 Subsektor ekonomi kreatif yaitu Aplikasi dan pengembangan permainan,arsitektur,desain interior,desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukkan, seni rupa, televisi dan radio. Deli Serdang akan dinilai 4 (empat) sektor unggulan yaitu seni pertunjukkan, kriya, kuliner dan fashion. Melalui penilaian ini diharapkan Kab. Deli Serdang dapat mengidentifikasi permasalahan untuk membangun dan mengembangkan ekonomi kreatif di daerah serta untuk membangun kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, komunitas dan pemerintah yang difasilitasi berdasarkan peta ekonomi kretaif nasional. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarkat secara berkelanjutan.

Sementara Deputi Infrastruktur Bekraf Indonesia  Dr. Hari Santoso Sungkari menyampaikan Program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) merupakan salah satu program unggulan dari Deputi Infrastruktur Bekraf yang bertujuan untuk membangun “Sistem Ekonomi Kreatif Indonesia” guna memetakan potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

Untuk Deli Serdang, sejak rabu 14 Agustus hingga  tanggal 16 Agustus 2019, Kedeputian Infrastruktur Bekraf telah menurunkan Tim PMK3I dan Tim Asesor untuk melakukan self assessment guna menentukan subsektor ekonomi kreatif (ekraf) apa yang akan menjadi potensi unggulan di Deli Serdang setelah sebelumnya didapat 4 subsektor ekraf di Deli Serdang yang menjadi pertimbangan,yaitu seni pertunjukkan, kriya, kuliner dan fashion.(dra/mk)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru