SUMUT

NASIONAL

Buntut Aksi di Sumut, Ratusan Mahasiswa Tanjungbalai Demo Tolak Kriminalisasi Aktivis, Nyaris Ricuh, Pagar dan Pintu DPRD Rusak

Rabu, 25 September 2019 | 18.07 WIB
Kali Dibaca |

TEROBOS : Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dari berbagai lembaga aktivis saat menerobos masuk ke gedung DPRD Tanjungbalai, Rabu (25/9).

Tanjungbalai, metrokampung.com
Aliansi mahasiswa yang tergabung dari berbagai lembaga aktivis se-Tanjungbalai turun ke jalan berunjuk rasa menolak diskriminasi terhadap aktivis, Rabu (25/9).

Unjuk rasa itu merupakan aksi spontanitas dari para mahasiswa yang berbuntut dari video beredar yang mempertontonkan beberapa aktivis yang ditangkap hingga dipukuli saat berunjuk rasa di depan DPRD Sumut serta di Jakarta Selasa 24 September 2019 terkait penolakan terhadap RUU RKUHP dan RUU KPK.

Amatan metrokampung.com, aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa itu dimulai dari bundaran PLN untuk menyampaikan aspirasinya menolak kriminalisasi terhadap aktivis sambil membakar ban. Selanjutnya pengunjuk rasa melakukan long march menuju gedung DPRD Tanjungbalai dan Polres Tanjungbalai.

Dalam orasinya, para pengunjuk rasa saling bergantian mendesak aparat kepolisian agar melepaskan para aktivis yang sampai saat ini ditangkap di Polda Sumut. Dan meminta aparat kepolisian agar tidak bertindak arogan saat mengamankan jalannya aksi unjuk rasa.

Saat di gedung DPRD Tanjungbalai, aksi mahasiswa nyaris ricuh dengan aparat kepolisian karena langsung menerobos pagar gedung dewan dan merangsek masuk kedalam gedung DPRD. Alhasil, pagar roboh dan pintu yang terbuat dari kaca serta pot bunga rusak. Aksi mahasiswa itu dipicu karena pagar gedung DPRD ditutup sementara tidak seorang pun anggota dewan yang menemui pengunjuk rasa. Aparat kepolisian yang mengawal jalannya unjuk rasa berhasil meredam aksi.

Salah seorang anggota DPRD M. Nur Harahap yang mengajak para mahasiswa untuk duduk bersama didalam aula akhirnya berujung gagal karena mahasiswa merasa kecewa melihat hanya satu orang anggota dewan yang menerima pengunjuk rasa. Usai menyuarakan kekecewaannya, mahasiswa keluar dari gedung DPRD dan menuju Polres Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira Sik yang menemui pengunjuk rasa berjanji akan menampung aspirasi mahasiswa sembari mengajak seluruh pengunjuk rasa untuk tidak mudah terprovokasi atas isu isu maupun informasi yang belum diketahui kebenarannya. Usai disahuti, ratusan mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. (RS/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru