SUMUT

NASIONAL

Bupati Dairi Manortor Bersama, Serta Memberi dan Tanam Bibit Pohon Produksi Di Tao Silalahi Art Festival 2019

Minggu, 08 September 2019 | 18.19 WIB
Kali Dibaca |


Dairi, metrokampung.com
Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menghadiri kegiatan Tao Silalahi Art Festival 2019 pada Sabtu (7/9/2019) di Desa Silalahi III. Kehadiran Bupati Dairi dalam kegiatan tersebut bersama dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi Ny. Romy Mariani Eddy Berutu serta Pimpinan OPD Kabupaten Dairi di sambut dengan baik oleh Camat Silahisabungan Esra Nahampun bersama dengan Direktur Panitia Tao Silalahi Art Festival 2019 serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. Tiba di lokasi acara, Bupati Dairi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi bersama dengan rombongan di sambut dengan tarian tradisional oleh sanggar tari Aek Nauli.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Dairi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten


Dairi menyaksikan pertunjukan seni dari sanggar tari Aek Nauli dan sanggar tari Gracia serta dari organisasi Wajah Masyarakat Dairi (Wamada). Selain itu, Bupati Dairi juga membagikan bibit pohon macadamia (mekademia) kepada masyarakat Silahisabungan dan menanam secara bersama bibit pohon tersebut di lokasi tempat acara berlangsung. Usai pembagian bibit pohon dan penanaman bersama, Bupati Dairi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi manortor bersama dengan para traveler yang hadir dalam event tersebut.


Di temui dalam kesempatan tersebut, Bupati Dairi mengatakan acara ini sangat spesial dan khas karena datangnya dari komunitas dan untuk komunitas, terasa begitu bebas dan seluruhnya dapat berpartisipai. Beliau mengatakan dalam acara ini seluruhnya menyatu dengan alam, bersaudara dari berbagai tempat dan budaya juga kebersamaan yang mengikat persaudaraan yang sangat terasa dalam kegiatan ini. Oleh karena itu, Beliau sampaikan ucapan terimakasih khususnya kepada masyarakat Silahisabungan yang bersedia menjadi tuan rumah dan menerima seluru masyarakat yang datang dari berbagai tempat untuk menikmati keindahan alam kawasan danau toba khususnya tao silalahi.

Dengan adanya acara ini, Beliau berharap agar secara bersama-sama dan bersatu untuk melestarikan alam yang telah di anugerahkan Tuhan kepada masyarakat Dairi. Hal itu kita buktikan dengan penanaman pohon macadamia, membersihkan sampah di sekitar kawasan tao silalahi serta menikmati alam secara teratur dengan kegiatan 1.000 tenda, ujar Beliau. Beliau berharap kegiatan Taos Silalahi Art Festival akan terus berlangsung secara berkesinambungan dan memberi motivasi serta inspirasi bagi anak-anak muda Dairi khususnya anak muda Silahisabungan dan kepada seluruh anak muda Indonesia pada umumnya.

Sementara itu, Camat Silahisabungan dalam kesempatan yang sama saat menyampaikan sambutan yang di dampingi oleh tokoh masyarakat dan pengelola kawasan lokasi berharap kepada seluruh pengunjung agar tetap menjaga lingkungan dan mengajak untuk mengembangkan serta meningkatkan pariwisata yang ada di Kecamatan Silahisabungan. Saya berharap semoga seluruh pengunjung yang hadir pada saat ini dapat melaksanakan kegiatan dengan damai dan dapat mengikuti setiap kegiatan dengan penuh sukacita," ujarnya.

Bupati Dairi dalam sambutannya mengatakan sangat memberikan apreisasi yang setinggi-tingginya kepada panitia yang dengan konsisten menyelenggarakan acara Tao Silalahi Art Festival 2019. Tahun 2020 mendatang, Beliau katakan sebagai tahun puncak untuk membangun fasilitas pariwisata di kawasan danau toba dan tahun 2021 diharapkan kedatangan para wisatawan turis mancanegara akan semakin meningkat ke Silahisabungan. Untuk tahun ini dan tahun 2020 mendatang pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan berusaha bergadengan tangan untuk membangun infrastruktur seperti pembangunan dermaga pariwisata yang akan selesai pada desember nanti. Tahun berikutnya akan kembali dibangun dermaga untuk pengangkutan barang di tao silalahi ini," ucap Beliau.

Beliau juga sampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Dairi sedang berupaya keras untuk mempersiapkan tenun Ulos Silahisabungan untuk dijadikan sebagai souvenir kepada seluruh wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan tao silalahi. Dan saat ini Beliau ungkapkan bahwa para penenun Ulos di Silahisabungan sedang di latih untuk menenun ulos dengan kualitas baik dan internasional.

Ulos selama ini dipergunakan untuk keperluan adat, namun untuk kali ini dengan menggunakan bahan-bahan alami yang berasal dari Silahisabungan untuk dijadikan sebagai bahan souvenir, terang Beliau. Ulos dari Silahisabungan tersebut juga nantinya Beliau katakan akan di bawa ke pameran di Belgia pada Oktober 2019 dan nantinya Ulos tersebut yang sudah dijadikan baju oleh para penenun akan di pakai dalam ajang fashion show.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Rumah Karya Indonesia Ojax Manalu mengatakan dari hasil data yang di dapatkan dari panitia bahwa pada hari ke dua pelaksanaan Tao Silalahi Art Festival 2019, Sabtu (7/9/2019) jumlah peserta traveler yang hadir sebanyak 5 ribu orang lebih. Hal itu Ia sampaikan karena dalam event tersebut di isi dengan berbagai kegiatan diantaranya 1.000 tenda sebagai event yang dinantikan oleh para traveler. Ia utarakan bahwa untuk tahun mendatang dengan pelaksanaan event yang sama, Ia menargetkan jumlah peserta yang akan menghadiri kegiatan tersebut adalah sebanyak 25.000 orang.

Pelaksanaan Tao Silalahi Art Festival 2019 pada hari ke dua di isi dengan kegiatan malam festival budaya dengan menampilkan Aceh Culture dan kolaborasi para seniman serta music cross culture.(bill/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru