SUMUT

NASIONAL

KWALITAS MATRIAL TANAH URUG RPK 2 DI PERTANYAKAN LSM BARIS

Minggu, 08 September 2019 | 19.17 WIB
Kali Dibaca |

Kondisi pengerjaan pembangunan rel kreta api di RPK 2 Urung Kompas Rantau Selatan.

Labuhanbatu, metrokampung.com
Ketua DPD LSM Baris Ramses Sihombing menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyuratan terhadap PT.Istana Putra Agung mempertanyakan terkait kualitas tanah urug, besaran kubikasi matrial tanah urug yang diperoleh dari galian C yang berijin untuk menimbun jalur kreta api di RPK 2,"ucapnya.

Hal tersebut disampaikannya sehubungan dengan ada pendapatnya menganggap ada beberapa kejanggalan pada pasokan tanah yakni struktur tanahnya berbentuk butir-butiran tanah mengadung humus, sementara menurut pengetahuannya bahwa matrial tanah tersebut harus bersih dari sampah, pasir, tidak mengadung batu lebih dari 10 mm," ungkapnya kepada media, Sabtu (6/9/2019) di pelataran warkop di link bina raga.

Melanjuti informasi Ketua LSM tersebut sejumlah awak media melakukan peninjauan kelokasi dan pada lokasi RPK 2 Kelurahan Urung Kompas Rantau selatan awak media juga melihat tanah timbun tersebut benar terdapat campur batu-batu kecil, dan juga bercampur pasir.


Selain tanah timbun badan jalaur kereta api Begitu juga pada salah satu jembatan rel kereta api yang sedang dikerjakan terlihat beberapa dump truk bermuatan tanah urug bercampur batu diturunkan dilokasih tersebut.

Salah seorang pekerja mengaku pengawas keluar masuknyak dump truk menyebutkan tanah urug untuk RPK 2 berasal dari galian c diseputar jalan haji adamalik/tualang kec.Rantauselatan," katanya menjawab wartawan, Sabtu (6/9).

"Tanah Urug ini dari tualang/jalan adam malik Rantau selatan," ucapnya.

Junedi Nasution selaku distributor tanah urug tualang pada awak media mengakui bahwa tanah urug yang dikelolanya disuflay ke RPK2 dan mengaku tanahnya sudah diteliti sesuai kwalitasnya untuk digunakan tanah timbun dijalur kereta api,"tegasnya bahkan dia (Junedi-red) juga membantah kalau tanah urug miliknya sempat disetop karna kualitas tidak sesuai spesifikasinya," bantahnya.

"Tanah kita sudah melalui penelitian dan pantas disuflay ke RPK 2, kemarin saya berhenti mensuflay tanah urug karena angkutan saya tidak memadai, maklumlah bang persaingan bisnis," ucapnya mengakhiri penjelasannya.

Saat di konfirmasi via telp  dan sms pelaksana lapangan PT. ISTANA PUTRA AGUNG (Arif) terkait kwalitas tanah urug yang berasal dari galian C tualang jalan adam malik  tidak menjawab  dan membalas .(MK/R.Fajar Sitorus) 
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru