SUMUT

NASIONAL

Hujan Deras di Batu Bara, Puluhan Rumah Tergenang, Satu Rumah Ambruk

Jumat, 25 Oktober 2019 | 18.05 WIB
Kali Dibaca |

Banjir mengakibatkan rumah warga tergenang air setinggi 1 meter, Kamis (24/10) malam. Rumah warga yang rubuh akibat hujan dan angin kencang, Kamis (24/10) malam.

Batu Bara, Metrokampung.com
Puluhan rumah tergenang air dan satu rumah rubuh akibat hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Batu Bara, Kamis (24/10) sekira pukul 23.45 Wib.

Hujan mengakibatkan luapan air di Kecamatan Laut Tador, Kecamatan Talawi dan Kecamatan Datuk Tanah Datar.

Bahkan satu rumah semi permanen milik Rusli (42) warga Dusun V Desa Petatal Kecamatan Datuk Tanah Datar ambruk diterjang angin.

Informasi dihimpun wartawan, Jum'at (25/10) pagi ambruknya rumah tersebut terjadi sekira pukul 00.20 Wib diduga karena tiupan angin dan kondisi kayu penopang atap bangunan tersebut sudah lapuk sehingga rubuh. Beruntung, tak ada korban jiwa.

Selain merubuhkan satu rumah, hujan deras mengakibatkan sebagian lingkungan rumah warga daerah rendah digenangi air dengan ketinggian 1 meter.

Keadaan ini diperparah luapan air sungai dari Kabupaten Asahan dan Kabupaten Simalungun.

Genangan air juga masuk kedalam rumah masyarakat dan sebagian akses jalan desa.
"Saya dan keluarga sempat panik air tiba-tiba masuk ke dalam rumah. Barang yang ada didalam pun banyak tidak bisa diselamatkan," kata Dewan (37) warga setempat.

Sementara, di pinggiran Jalan Lintas Sumatera, sejumlah perempuan terlihat sibuk menguras air dari dalam kios dan warung.
Kades Petatal Heri Tandomato yang berada dilokasi mengatakan, genangan air yang masuk ke rumah warga akibat curah hujan sejak hari Kamis (24/10) malam.

"Kita coba bantu warga dan berkoordinasi dengan instansi terkait Pemkab Batu Bara,"kata Kades.

Ka BPBD Kabupaten Batu Bara Anuardi, S.Pd. M. Si melalui seluler mengatakan, saat ini pihaknya  sedang melakukan pendataan dan assesment jumlah rumah yang tertimpa musibah dan pemberian logistik untuk kebutuhan konsumsi.

"Korban  nihil, namun debet air yang masuk ke rumah warga setinggi 1 meter sehingga warga setempat berupaya mengamankan barang barang rumah tangganya", kata Anuardi. (ea.ps/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru