SUMUT

NASIONAL

Anggota HTR di Air Hitam Diserang Puluhan Orang, 3 Luka-luka dan Fasilitas Dirusak

Minggu, 03 November 2019 | 17.07 WIB
Kali Dibaca |

LUKA-LUKA : Salah seorang anggota HTR sedang dirawat karena mengalami luka luka atas penyerangan sekelompok orang di areal kerja HTR di Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labura, Sabtu (2/11).

Tanjungbalai, metrokampung.com
Kawasan areal kerja Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labura diserang oleh puluhan orang yang diduga suruhan dan bayaran oleh oknum pengusaha yang lahannya masuk dalam kawasan HTR, Sabtu (3/11).

Akibat dari penyerangan itu, 3 orang anggota HTR terluka dan fasilitas seperti pos penjagaan dan tanaman dikawasan HTR dirusak. Pihak HTR juga telah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian Polsek Kualuh Leidong.

"Tadi pagi puluhan orang yang kita duga kuat adalah suruhan dan bayaran oleh oknum pengusaha kelapa sawit yang lahannya masuk dalam areal kerja HTR menyerang kawasan areal kerja HTR. Mereka merusak pos penjagaan bahkan menganiaya anggota kita, "kata HM. Wahyudi Ketua Koperasi Tani Mandiri selaku pengelola HTR saat dimintai SIB keterangannya usai kejadian tersebut.

Diceritakannya bahwa penganiayaan itu terjadi setelah sekelompok orang datang ke lokasi dan merusak fasilitas dengan menggunakan alat berat Beko. Hingga kemudian anggota HTR yang berada di lokasi dianiaya oleh puluhan orang tersebut. Akibatnya, 3 orang anggota HTR yakni, Azharudin, Darmansyah serta Andus Pardede mengalami luka luka.

"Kronologinya sesuai informasi dari anggota kita yang juga dilokasi bahwa Kadus Sei Dua Desa Air Hitam a/n Aman turun ke lokasi membawa massa lebih kurang 70 orang dan membawa Beko menyerang anggota HTR dengan memukul dengan batu dan senjata Kampak, memijak beramai ramai dan merusak segala fasilitas HTR dan merusak bibit sengon program HTR. 3 orang jadi korban dan ketiganya sudah melapor ke kepolisian setelah sempat dirawat di Puskesmas Kualuh Leidong," sebut Wahyudi.

Oleh karena itu, kata Wahyudi, pihaknya meminta agar petugas kepolisian bertindak untuk menangkap para pelaku penyerangan dan pemukulan terhadap petugas penjaga dilokasi HTR tersebut. " Kami dari Koperasi Tani Mandiri selaku pengelola HTR di Air Hitam meminta kepolisian bertindak dan menangkap mereka yang membuat tindakan anarkis serta menyerang anggota HTR sebagai pelaksana program pemerintah, "pungkasnya.

Kapolsek Kualuh Leidong AKP P Simarmata melalui Kanit Intel Ipda J Samosir membenarkan adanya kejadian penyerangan dan pemukulan terhadap anggota HTR tersebut. "Dua orang korban pemukulan dari pihak HTR sudah membuat laporan atas kejadian tersebut dan telah melakukan visum. Sementara pihak pelaku belum disentuh karena saya bersama petugas kepolisian lainnya saat ini turun ke lokasi kejadian untuk mengamankan manatau terjadi bentrok susulan, "jawab Samosir kepada SIB melalui telepon selulernya.(RS/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru