SUMUT

NASIONAL

Kades Perk. Tanah Gambus Diduga Arogan Pecat Guru PAUD

Sabtu, 01 Februari 2020 | 00.08 WIB
Kali Dibaca |


Batu Bara-Metrokampung.com
Arogansi Kepala Desa Perkebunan Tanah Gambus Kecamatan Lima Puluh Batu Bara yang memecat guru PAUD PKK Nurul Hidayah diprotes orang tua siswa dengan melancarkan aksi unjuk rasa di Kantor Desa, Jumat (31/01/2020).

Belasan emak emak yang tidak setuju guru PAUD anak mereka dipecat minta kepada Kades Pairin agar tidak memberhentikan Juniar dari PAUD.

Kepada wartawan yang mengkonfirmasi ke rumahnya di Dusun II Desa Perkebunan Tanah Gambus, Juniar mengakui dirinya tidak langsung dipecat oleh Kades.

Hanya saja ketika berbincang bincang dirumah salah seorang warga, Kamis (30/01/2020) Kades Pairin sudah mempermalukan dirinya.

"Kalau ada di desa kita seorang guru PAUD yang memiliki ijazah sarjana, kupecat ini", ujar Juniar menirukan perkataan Pairin didepan 3 warga.

Sontak, Juniar yang tidak terima dilecehkan sedemikian rupa melaporkan perkataan Pairin kepada suaminya.

Mendengar laporan istrinya Anto sang suami langsung menelepon Pairin. Namun Pairin membantah telah memberhentikan Juniar.

Karena tindakan Pairin yang dinilai sudah merendahkan martabat istrinya, Anto minta agar istrinya berhenti saja.

Begitu orang tua siswa PAUD mengetahui Juniar mundur akibat perkataan Pairin yang tidak etis memutuskan mendemo Kades Pairin.

Beberapa orang tua siswa PAUD yang minta penjelasan Kades terkait pernyataannya yang dinilai melecehkan guru PAUD anak mereka.

Pairin dengan tegas menolak tudingan yang mengatakan dirinya mengeluarkan pernyataan akan memecat Juniar.

"Tapi kan bapak memecatnya secara tidak langsung dengan mengatakan akan mengganti Juniar bila ada yang sarjana" ujar Yanti seorang orang tua siswa saat mendemo Kades.

Namun saat itu Kades mengelak dan mengatakan apabila ada yang sarjana akan bersama sama Juniar di PAUD.

Bahkan kompak orang tua siswa PAUD mengatakan akan menghentikan anaknya sekolah dari PAUD bila Juniar tidak lagi di PAUD namun Pairin hanya diam seribu bahasa.

Saat ini PAUD yang dikelola TP PKK Desa Perkebunan Tanah Gambus mengasuh 28 siswa.

Bila ancaman belasan orang tua siswa PAUD benar benar dilaksanakan tentunya akan menghambat pembelajaran terhadap anak.

Kades Pairin yang dikonfirmasi membantah mengatakan akan memecat Juniar.

"Saya bilang bila ada dari PGTK akan saya angkat satu lagi karena siswanya sudah 28 orang. Saya tidak ada mengatakan memberhentikan karena kan pemberhentian harus pake SK", jawab Kades.(ea.ps/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru