SUMUT

NASIONAL

Apdesi Dukung Himbauan Pemkab Labuhanbatu Cegah Covid-19

Minggu, 19 April 2020 | 01.05 WIB
Kali Dibaca |


Labuhanbatu, metrokampung.com
Guna mencegah penularan wabah Corona Virus Disease (Covid-19), Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (Apdesi) mendukung program Bupati

Pasalnya Kepala Desa (Kades) dan perangkatnya merupakan garda terdepan berhubungan langsung dengan masyarakat, bagaimana mengatasi virus yang mematikan itu dan memutus rantai penyebarannya menggunakan pinjaman dana pribadi atau kebijakan.

Ketua Apdesi Labuhanbatu, Junaidi Lubis ketika dhubungi wartawan Sabtu (18/4/2020) menuturkan, para Kades tetap komitmen, siaga dan melanjutkan himbauan Bupati Labuhanbatu sesuai protokoler Posko Covid -19.

Ini mulai dari pemberitahuan melalui pengeras suara, spanduk dan penyemprotan cairan disinfektan rumah warga, membagikan masker, menyediakan wadah cuci tangan dan pembuatan Posko Covid-19 di Puskesmas dan Puskesdes.

Termasuk menginstruksikan seluruh Kepala Dusun (Kadus), agar bagi warga yang baru tiba ke Desa masing-masing karena baru berpergian dari daerah yang terjangkit Covid-19, untuk menjalani proses karantina sesuai ketentuan StandarD Operational Procedural (SOP) selama 14 hari dan semua yang menggunakan dana maka para Kades yang bertanggungjawab.

“Sampai saat ini penyediaan fasilitas dan bentuk anggaran kegiatan direncanakan akan diinisiasi melalui Anggaran Dana Desa (ADD) atau APBDesa, sebagaimana berdasarkan intruksi Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 yakni, program kegiatan yang bersifat padat karya tunai dan penanganan Covid-19,” sebut Junaidi.

Menurutnya, para Kades di Labuhanbatu mengambil kebijakan hal-hal bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 menggunakan dana pinjaman yang nantinya akan dikembalikan setelah ADD keluar.

Adanya wacana Pemerintahan Desa (Pemdes) akan melaksanakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak Covid-19, Junaidi mengatakan, pihaknya masih mengacu pada aturan yang dikeluarkan PemkabLabuhanbatu, dan itu pun membutuhkan kajian sistem Rumah Tangga Miskin (RTM) di Desa .

“Kades dan Perangkatnya sudah mensosialisasikan pada warga agar tidak salah faham mendapatkan informasi, supaya nanti tidak ada kepanikan akibat ketidak mengertian. Apa yang kita lakukan ini berpedoman pada himbauan dari Pemkab Labuhanbatu,” paparnya.

Lanjutnya, kebijakan dan responsif 73 orang Kades di 9 Kecamatan sampai saat ini tetap siaga, dan berkomitmen Covid-19 hilang di Bumi Ika Bina En Pa Bolo. Kemudian sistem laporan perkembangan mendetail baik secara tertulis dan via telepon seluler disampai pada Bupati Labuhanbatu dan Forkopimcam masing-masing.

“Lalu berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas (Kapus), Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang sudah terbentuk dan Kadus jika ada warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” sebut Junaidi.(OEN/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru