SUMUT

NASIONAL

Cegah Penimbunan Bahan Pokok, Tim Satgas Pangan Labuhanbatu Lakukan Pengecekan

Kamis, 09 April 2020 | 18.50 WIB
Kali Dibaca |


Labuhanbatu, metrokampung.com
Dinas pertanian dan PerIndag Labuhanbatu serta kepolisian yang tergabung Tim Satgas Pangan Labuhanbatu melakukan survey dan pengecekan terhadap gudang gudang bahan pokok di seputaran Kota Rantauprapat, sejak Rabu (8/4) kemarin

Pengecekan ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) dan komoditas pangan lainnya serta memastikan akan jaminan kelancaran pendistribusiannya agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung Program Gugus Tugas percepatan penanganan Corona Virus Disesase 2019 (COVID-19).

KadiS Pertanian Labuhanbatu Agus Salim Ritonga bersama  Kasat Reskrim Polres Labuhabatu, AKP Parikhesit, Kamis (09/04/2020) menjelaskan pada awak media, pelaksanaan ini mengacu pada UU RI No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Surat Nomor: ST/121/II/Pen.4.1/2020 tentang Jukrah pencegahan terjadinya penimbunan bahan pokok mengantisipasi gejolak kenaikan harga di pasar.

“Pelaksaan tadi dilakukan di Gudang Bulog Jalan Sisingamangaraja, Gudang UD. Subur Jalan H. Adam Malik By Pass dan Gudang UD. Hapseng Jalan Baru By Pass Simpang Sumber Beiji,” ungkap Kasat.

Adapun tim yang turun, imbuh Kasat, yakni Iptu AM Purba (Kanit Ekonomi Polres Labuhanbatu) bersama personel, Agus Salim Ritonga, (Dinas Pertanian), Jakariah Putra (Bulog), Abdul Haris Nasution (Dinas Perindag).

Tim yang dipimpin Ketua Satgas Pangan Kota Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu Iptu AM Purba, tim bergerak ke Gudang Bulog Jalan Sisingamangaraja untuk melakukan pengecekan stok dan harga.

“Di sana untuk beras ada ketersediaan sebanyak 700 ton dan dalam perjalanan sebanyak 600 ton, merk Beras Kita dengan harga Rp. 10.500/kg,” bilang Kasat.

Kemudian, tim bergerak menuju gudang UD. Subur milik Hadrian Jalan H. Adam Malik. Di mana, diketahui bahwa stok gula putih sebanyak 40 ton dengan harga Rp 18.000/kg, stok beras medium sebanyak 28 ton dengan harga Rp 10.000/kg, stok beras premium sebanyak 28 ton dengan harga Rp 10.300/kg dan stok minyak curah sebanyak 28 ton dengan harga Rp 10.150/kg.

Tim juga bergerak menuju gudang UD. Hapseng milik Hartini dengan ketersediaan stok beras medium sebanyak 8 ton dengan harga Rp 10.100/kg, stok gula putih sebanyak 2 ton dengan harga Rp 18.500/kg dan stok minyak curah sebanyak 1,5 ton dengan harga Rp 10.400/kg,” jelasnya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, kata Kasat, kenaikan harga terjadi pada bahan pokok gula. Sedangkan untuk stok beras, gula, minyak dan mie instan, masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu.(Oen/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru