SUMUT

NASIONAL

IP2BAJA Nusantara: Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT.BDSN Dinilai Jadi Ajang Permainan

Selasa, 21 April 2020 | 15.20 WIB
Kali Dibaca |

Ir Djonggi Napitupulu : FTSLP Segera Ditinjau Kembali

Usut Keberadaan Zevrin Alam Harahap Terkait CSR PT BDSN


Toba, metrokampung.com
Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (FTJSLP) adalah suatu lembaga/ wahana unsur masyarakat, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi dan Pemerintahan Daerah.

Kemudian FTJSLP diselenggarakan berazaskan, kepastian Hukum, kemanfaatan, kebersamaan, keterbukaan, kemitraan, akuntabilitas, partisipasi, keterpaduan, keadilan, dan berwawasan lingkungan.

Sementara, tujuan  FTSLP adalah mengoptimalkan peran serta masyarakat, terutama perusahaan dalam mendukung percepatan pembangunan  di Daerah.
Sedangkan tujuannya FTJSLP adalah menjalin hubungan perusahaan dengan pemerintah Daerah serta Masyarakat.

Hal ini dilontarkan Direktur Eksekutif IP2BAJA Nusantara Ir. Djonggi I Napitupulu dihadapan sejumlah Media pada selasa (21/04) di Balige.

Dijelaskan, FTJSLP yang dibentuk Bupati Toba Ir Darwin Siagian, jika kita cermati tidak adanya unsur dari masyarakat bahkan dari unsur Perusahaan. Terlihat dari susunan 'Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan, segalanya dari unsur Pemerintahan Daerah dan Ketua DPRD.

Sementara Perda No:7 Tahun 2007 pasal 29 point (3) sudah diatur dengan tiga unsur, namun kenyataannya hanya Pemerintah Daerah bersama Organisasi Perangkat Daerah dengan  Ketua DPRD Toba dalam  Forum tersebut.

“Hal ini  patut diduga adanya niat buruk atas terbentuknya Forum tersebut. Dapat dibuktikan dengan terbitnya Surat Edaran Bupati Toba No:500/69xxxxxxx yang menyatakan segalah kegiatan proposal kepada Perusahaan harus direkomendasikan Oleh Bupati sebagai Pembina/ Pengawas pada Forum tersebut melalui Kabag Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Toba," ungkap Djonggi Napitupulu.

Bahwa diragukanya FTJSLP tersebut karena jelas tidak ada azas kebersamaan dan keterbukaan. Untuk itu patut dicurigai selama ini hubungan Sekda Toba  yang juga menyebut-nyebut manager Humas PT Badjra Daya Sentra Nusa adalah Zevrin Alam Harahap,” tegas Djonggi dalam kritiknya.

Sedangkan di FTJSLP tidak ada tercantum nama Zevrin Alam Harahap mewakili Perusahaan. "Lantas, sebagai apa Zevrin Alam Harahap pada  Forum tersebut. “Apakah  sebagai Penghubung alias agen dari PT.BDSN, atau pihak pemodal  atau  sebagai Even Organisir (EO.red) ? ”Sebut Djonggi Napitupulu.

"Usut hingga  tuntas, agar segalanya terang benderang modus permainan CSR yang selama ini terjadi pada PT BDSN. Tentu, kita tidak lupa selalu mengacu ke azas keterbukaan, yang terpenting keterbukaan bagi  masyarakat Toba.

Seperti disebut-sebut Parlin Marpaung yang mengadakan pengadaan ribuan Tong Sampah, lalu Puluhan Bedah Rumah, bantuan keagamaan dan lain-lain yang dilakukan oleh Zevrin Alam Harahap ketusnya.

Sedangkan Ketua FTJSLP adalah Sekda Kabupaten Toba,  diduga adanya hubungan khusus dengan Zevrin Alam Harahap. Hal ini patut dicurigai adanya persekongkolan  terkait Proposal pengadaan-pengadan yang bersumber dari PT BDSN.

Djonggi juga mendesak agar FTSLP segera ditinjau kembali, “jangan sok hebat, pandang enteng terhadap mesyarakat Toba, diminta kepada Sekda  kabupaten Toba sebagai ketua Forum tersebut agar jangan pura-pura tidak tahu, “ujarnya.

Pada tempat terpisah, sekelompok masyarakat tebar issu, akan adakan aksi ke Sekda Kabupaten Toba selaku ketua FORUM TJSLP.

Hal ini untuk mempertanyakan apa kedudukan Zevrin Alam Harahap di Forum tersebut, selama ini kami perhatikan Sekda Kabupaten Toba selalu seiring sejalan Dengan Zevirn Alam Harahap.

 “Ganti ketua FTSL, turunkan segera ketua, tinjau kembali FTSL "sebut Oppu Dion Napitupulu  sebagai Natua tua ni huta.(e/mk)


Ket Gambar

Ilustrasi.net


Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru