SUMUT

NASIONAL

Kadinkes Karo : PDP Yang Dirujuk Ke Rumah Sakit Di Medan Akhirnya Meninggal Dunia

Minggu, 19 April 2020 | 00.53 WIB
Kali Dibaca |

Kadinkes Karo, Drg. Irna Safrina Sembiring Meliala, Mkes.

Karo, metrokampung.com
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 warga Desa Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo  Sumatera Utara dinyatakan meninggal dunia.
Hal tersebut disampaikan oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Karo Drg Irna Safrina Sembiring Meliala kepada Wartawan, Sabtu (18/4/2020) sekira Jam 17:35 wib melalui ponselnya.

Pasien  berjenis kelamin perempuan berusia 62 Tahun merupakan warga Kecamatan Barusjahe dan memiliki riwayat sakit yang mana diketahui dua minggu lalu baru pulang dari Medan untuk melakukan chek up di salah satu  Rumah Sakit yang ada di Medan.

Pasien tersebut  dinyatakan positif Covid -19 usai dilakukan pemeriksaan awal melalui rapid test  rujukan dari RSU Amanda Jalan Let Jen Jamin Ginting Simpang Korpri Berastagi, ke RSU Efarina Etaham  Berastagi, ujarnya.

Disambung Irna, setelah dinyatakan positif, maka pasien tersebut langsung dirujuk ke Rumah Sakit Marta Friska di Medan , Kamis malam (16/04/2020) sekira pukul 21.00.wib  sambil menunggu  hasil tes SWAB, namun diperoleh informasi kalau  pasien tersebut tadi pagi sekira jam 10:00 wib meninggal dunia.

“Khabar ini saya peroleh melalui telefon dari  Direktur RS. Martha Friska dan menyatakan kalau pasien sudah meninggal," terang Irna seraya menambahkan kalau jenazah pasien itu tidak dibawa ke Tanah Karo dan akan  dikebumikan di Pekuburan Umum Simalingkar Medan.

Namun diperoleh khabar kalau pasien tersebut sekira pukul 10.00 wib meninggal dunia. saya ditelepon oleh Direktur dan menyatakan sudah meninggal.

"Pasien itu tidak dibawa ke Tanah Karo dan dikebumikan di Pekuburan Umum Simalingkar," katanya lagi.

Lebih lanjut dikatakannya, terkait kematian pasien , maka untuk selanjutnya bagi keluarga dari pasien wajib menjalani isolasi.

"Selama ini pasien diketahui memiliki riwayat sakit , dan  baru pulang setelah lebih kurang selama dua minggu lalu dari Medan, namun pun begitu kita dianjurkan untuk tetap mengikuti anjuran dari pemerintah dan jaga kebersihan serta hindari keramaian juga teap jaga jarak dan wajib pakai masker bila beraktivitas diluar rumah. Ketika disinggung PDP yang meninggal positif COVID-19 , Irna menjelaskan kalau dari pemeriksaan awal melalui rapid test pasien itu positif, namun hasil SWAB belum keluar. Jadi saat ini belum dapat kita nyatakan positif COVID-19. Kita tunggu hasilnya beberapa hari Kedepan," terang Irna menjelaskan.

Sementara informasi terbaru yang diperoleh awak media  metrokampung dari siaran persnya melalui Dinas Kominfo Karo menyebutkan, meninggalnya. M.B (62) di RS Martha Friska Multatuli Medan pada hari Sabtu, 18 April 2020 pada pukul 09.50 WIB berdasarkan Surat Keterangan Nomor 006/SkM /RSMF - RVC/IV /2020 dengan diagnosa PDP berat, Sepsis, Penyakit Jantung Tiroid dan telah dimakamkan di TPU Simalingkar, Medan.

Sedangkan Riwayat Perawatan pasien :  Pasien memiliki riwayat penyakit akut / kambuhan, warga Kecamatan Barusjahe ini hendak berobat ke Medan, namun ditengah perjalanan pasien lemas dan dibawa ke RS Amanda.  Keluhan Medis Pasien, Sesak nafas, Demam, Batuk, Mual, Muntah dan Mencret. 

Setibanya di RS Martha Friska Multatuli langsung dilakukan perawatan medis, telah dilakukan SWAB Test namun hasil belum keluar.

Sabtu 18 April 2020, pukul 09.50 WIB, RS Martha Friska Multatuli menyatakan Pasien telah meninggal dengan hasil diagnosa PDP berat, Sepsis dan Penyakit Jantung Tiroid.

Sebagai langkah antisipasi kemungkinan dengan ini dihimbau kepada keluarga almarhum untuk mengisolasi diri selama 14 hari terhitung sejak kontak terakhir dengan almarhum. (amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru