SUMUT

NASIONAL

Bisnis Teratak Terpuruk Sitompul Jadi Toke Sayur

Minggu, 03 Mei 2020 | 16.12 WIB
Kali Dibaca |

Maya tengah sibuk melayani pelanggan yang terus memadati dagangannya.

Beringin, metrokampung.com
James Sitompul, salah satu pengusaha teratak dan peralatan pesta yang terdampak covid-19. Pasalnya,sejak terbitnya maklumat Kapolri Jenderal  Idham Aziz terkait melarang warga untuk menggelar pesta pernikahan maupun hajatan lainya guna memutus mata rantai covid-19 otomatis teratak dan peralatan pesta James terduduk.

Akibatnya sejumlah pekerjanya harus dirumahkan. Padahal sebelum virus mematikan itu melanda,setiap hari James bisa memasang teratak minimal di dua lokasi pesta.Telebih lagi saat menjelang bulan Ramadhan dan setelah Idul Fitri permintaan akan semakin melonjak.

Tapi pria yang dikenal gigih ini tak menyerah begitu saja. Dia terbilang jeli melihat peluang bisnis lainnya. Apalagi rumahnya di Desa Sidodadi R, Kecamatan Beringin, Deli Serdang persis dipinggir Jalan Besar Beringin-Pantai Labu dan tempatnya begitu stategis.

Dengan tekad yang bulat lantas James membuka dagangan sayur-sayuran segar, cabai, bawang dan kebutuhan dapur lainnya disamping kediamannya. Lokasi dagangannya pun dipasang teratak dan memanjang kebelakang serta kipas angin besar, sehingga dagangannya terlihat indah pembeli pun merasa betah. Meski masih pendatang baru dibisnis sayuran tersebut tapi usaha yang baru dia mulai tiga minggu lalu itu terus dipadati pengunjung sejak pujul 05.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Bahkan harganya bisa bersaing dengan Pajak (Pasar) Central Medan.

"Saya belanja barang langsung ke Tiga Panah,Kabupaten Karo. Makanya semua sayuran saya segar-segar dan harga jual bisa lebih murah ," kata James, Mingu (3/5/2020).

Kenapa harga bisa lebih murah dengan pedagang lainnya, James pun membuka rahasianya bahwa   dia menggunakan angkutan sendiri. Mobil pick-up L300 miliknya berangkat ke Tiga Panah, tidak kosong tapi membawa pupuk kompos (kotoran ayam).Sehingga biaya minyak dan uang supir bisa tertupi dari menjual pupuk kompos.

" Pergi bawa pupuk kompos, pulang bawa sayuran cabai, bawang, kentang dan lainnya. Meski usaha ini masih baru, tapi pelanggan kita sudah banyak.Semua ini juga berkat suport kawan-kawan yang buat saya makin semangat.Selain itu, kita juga sudah mulai mengisi pesanan kebutuhan dapur sejumlah rumah makan ," papar James didampingi istrinya Maya.

" Bagi saya biar untung sedikit, tapi barang cepat berputar. Sehingga barang yang kita jual tetap segar. Selain itu, kita juga siap melayani partai besar dengan harga yang bersaing ," tandasnya.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru