SUMUT

NASIONAL

Brimob dan Inafis Selidiki Ledakan di Komplek Cemara Asri

Kamis, 14 Mei 2020 | 15.26 WIB
Kali Dibaca |

Brimob dan Inafis Selidiki Ledakan di Komplek Cemara Asri

Medan, metrokampung.com
Petugas Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait ledakan di sebuah rumah di Komplek Cemara Asri, Kecamatan Percutseituan, Deliserdang, Rabu (13/5/2020).

Terlihat petugas dari Brimob Polda Sumut, Polrestabes Medan, Polsek Percutseituan dan tim Inafis melakukan penyelidikan.

Akibat ledakan, satu unit rumah berwarna cokelat kombinasi cream terlihat hancur berantakan.

Rumah permanen dengan pagar hitam tersebut rusak berat.

Pantauan  di lokasi, puluhan warga sekitar memadati lokasi kejadian. Sementara, petugas kepolisian dari Polsek Percutseituan dan Polrestabes Medan, Brimob Polda Sumut terlihat di lokasi.

Petugas juga telah memasang garis polisi di seputaran lokasi kejadian. Ledakan juga mengakibatkan satu unit mobil Wuling merah maroon BK 1708 FP ringsek terkena ledakan.

Informasi dihimpun wartawan, ledakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

"Sekitar pukul setengah empat sore tadi," ujar salah seorang petugas keamanan Komplek Cemara Asri berinisial I.

Ledakan keras sontak mengejutkan warga sekitar.

Belum diketahui akibat kejadian ini apakah mengakibatkan korban luka-luka maupun korban jiwa.

"Rumah ini disewakan, belum tahu apakah ada korban, maupun penyebab ada yang bilang karena tabung gas," ungkapnya lagi.

Pantauan di lokasi, terlihat pecahan genteng dari rumah bernomor 28 yang berada di Jambu, Desa Sampali, Kecamatan Percutseituan, berserakan.

Bahkan reruntuhan bangunan tersebut terlihat menimpa bangunan yang berada di sampingnya.

Tidak hanya itu, satu unit mobil juga terlihat rusak bagian depannya diduga lantaran terkena hempasan dari ledakan.Informasi yang berhasil dihimpun ledakan diduga berasal dari tabung gas.

Namun pihak kepolisian masih mendalami apakah ledakan disebabkan oleh tabung 12 kg atau aliran gas pipa.

Keterangan yang didapat dari lapangan, rumah itu milik Tjen Lie Lin (54) yang dihuni Azwan Rasyid namun dalam kondisi tidak berpenghuni (kosong).

Sekitar pukul 15.00 WIB, warga sekitar dikejutkan adanya suara ledakan dari rumah tersebut.

Tak ayal warga berhamburan keluar rumah dan melaporkan kejadian itu ke pihak pengelola komplek dan meneruskannya ke polisi setempat. Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji bersama Kasat Reskrim AKBP Roni Nicolas dan Kapolsek Percutseituan Kompol Aris Wibowo turun langsung ke lokasi ledakan.

"Setelah mendapat laporan tersebut, kapolsek beserta tim terjun ke lokasi dan melaporkannya kepada bapak Kapolrestabes Medan. Atas perintah beliau, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, serta memanggil Jibom untuk meneliti apa penyebab ledakan ini," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan sementara diduga ledakan disebabkan adanya kebocoran gas.

"Untuk mendapatkan spesifiknya, tim Inafis sedang bekerja di dalam. Yang jelas bisa kami simpulkan ini bukan ledakan yang diakibatkan kelompok-kelompok tertentu," katanya.

Untuk korban, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa. Sebab, rumah tersebut tidak ada orang atau kosong.

Disinggung apakah gas dari pipa atau tabung gas, AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan kepolisian masih melakukan pendalaman.

Ia menjelaskan bahwa pihak pengembang menyebutkan ada juga jalur pipa gas di kawasan tersebut.

Namun, asisten rumah tangga mengatakan mereka menggunakan tabung gas 12 kg.

“Intinya ini terjadi akibat ledakan gas. Untuk sumber dari mana masih dilakukan penelitian oleh tim Inafis," jelasnya.(dra/mk)



Teks foto :
Petugas Brimob dan Inafis di lokasi ledakan.
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru