SUMUT

NASIONAL

Kadispora 'Restui' Pengelola Pantai di Batu Bara Terima Pengunjung

Minggu, 31 Mei 2020 | 09.55 WIB
Kali Dibaca |

Pengunjung ramai mendatangi pantai meski telah ada larangan pengelola dilarang membuka objek wisata pantai untuk mencegah peredaran covid-19.

Batu Bara, metrokampung.com
Larangan Pemerintah Kabupaten Batu Bara yang didukung Polres Batu Bara untuk tidak membuka objek wisata termasuk wisata pantai tidak dipatuhi pengelola.

Padahal larangan tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Meski petugas Kepolisian terus berjaga di pintu masuk lokasi wisata pantai seperti di Pantai Bunga, Desa Bandar Rahmat, Kecamatan Tanjung Tiram dan Pantai Bali Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, namun pengelola menyiasati dengan menunggu petugas pulang sore.

Sejak plus 1 hingga plus 6 lebaran, Sabtu (30/5/2020), setelah pihak Kepolisian pulang para pengunjung mulai berdatangan ke pantai tersebut.

 Pantai Bali di Desa Masjid Lama, Kecamatan Talawi bersebelahan dengan Pantai Bunga di Desa Bandar Rahmat, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara.

"Setelah polisi pulang sekitar jam 16.00 Wib kutengok sudah ada juga yang masuk. Sejak hari pertama lebaran sampai 6 lebaran, setelah polisi pulang, banyak juga pengunjung datang" tutur seorang warga yang minta namanya dirahasiakan.

Pantauan, kepada para pengunjung, oknum pengelola pantai mengutip uang masuk dan uang parkir namun tanpa disertai karcis (tiket) sebesar Rp 10 ribu.

Menurut oknum pengelola kepada wartawan, pendapatan dari karcis masuk tersebut untuk kebersihan pantai.

Serupa juga berlaku bagi pengunjung diPantai Bunga. Ditempat ini para penjaganya juga meminta uang masuk Rp 10 ribu.

"Kami juga diminta per orang Rp 10 ribu, saat kami minta karcis, penjaganya marah-marah", ungkap salah seorang pengunjung kesal.

Ketika dikonfirmasi via hape, Kadispora Batu Bara, Safri Musa mengatakan dirinya sedang berada di Medan.

Namun Safri mengakui pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada pengelola pantai terkait kutipan uang masuk kepada pengunjung.

"Gak mungkin lah kami terus 24 jam mengawasi pantai, kami sudah koordinasi sama pengelola", ujarnya di ujung telepon. (dra/rud/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru