SUMUT

NASIONAL

Kereta Hilang Ditinggal Sholat, Warga Simalungun Hampir Mati Dimassa

Selasa, 05 Mei 2020 | 19.03 WIB
Kali Dibaca |

Sarwono yang dikira maling.

Batu Bara, metrokampung.com
Apes dialami pria  50 tahun bernama Sarwono, warga Pulo Pitu Marihat, Kecamatan Ujung Padang, Simalungun.

Ketika diwawancari wartawan di Sat Reskrim Polres Batu Bara, Selasa (5/5/2020) Sarwono menjelaskan, dirinya pada malam itu hendak melaksanakan sholat di masjid  Desa Glugur, Senin (4/5/2020) malam. Namun setelah selesai mengambil air wudhu, Sarwono melihat kreta yang dipakainya sudah tidak berada ditempat semula diparkirkannya.

Tanpa pikir panjang Sarwono membatalkan sholatnya dan langsung mencari kreta miliknya yang hilang. Naas baginya warga mencurigai dirinya akan melakukan kejahatan, sehingga dirinya harus berurusan dengan pihak hukum

Kejadian bermula saat tim Reskrim Polres Batu Bara mengamankan seorang terduga yang belakangan diketahui inisisl Sarwono dipersangkakan oleh warga akan melakukan pencurian. Sarwono ditangkap warga saat berada di areal kebun ubi milik warga di Desa Glugur Makmur, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Batu Bara, Senin (4/5/2020) sekira pukul 21.30 Wib.

Salah seorang warga setempat, Zulpandi  kepada wartawan mengatakan, awalnya mereka curiga melihat gerak-gerik seorang pria tak dikenal melintas di belakang rumah salah seorang warga.

“Waktu itu ada yang melihat di belakang rumah warga, ada seseorang yang tak dikenal lewat (melintas), kemudian pria itu terus masuk ke dalam kebun ubi. langsung kami kepung sampai tertangkap,” sebut Zulpandi.

Setelah berhasil menangkap pria tersebut, sebagian warga mengambil insiatif mengamankan pria tersebut untuk menghindari massa yang main hakim sendiri.

Wargapun mengamankan pria tersebut kedalam rumah salah seorang warga dan langsung menghubungi pihak Polres Batu Bara dan langsung turun ke TKP.

Personel Polres Batu Bara bersama TNI dari Koramil setempat mengamankan pria tersebut.

Upaya polisi untuk memboyong Sarwono sempat tak berjalan mulus. Petugas sempat kewalahan karena sejumlah warga yang masih tersulut emosi mencoba hendak memukuli pria itu.

Bahkan tak berapa lama kemudian, seorang wanita yang diduga keluarga Sarwono tiba di lokasi pada saat polisi akan memboyongnya. Wanita itu histeris sambil mengatakan, " Dia bukan orang jahat" dan langsung mendekat ke arah Sarwono hingga akhirnya wanita itu jatuh pingsan.

Polisi kemudian memboyong Sarwono ke dalam mobil. Petugas juga membawa beberapa warga sebagai saksi untuk dimintai keterangan terkait peristiwa itu.

Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis melalui Kanit II Reskrim Polres Batubara A Sitorus saat dimintai keterangan, Selasa (5/5/2020) siang membenarkan ada mengamankan seorang warga Pulo Pitu Marihat, Kecamatan Ujung Padang, Simalungun berinisial Sarwono.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap Sarwono mau pun keterangan saksi - saksi tidak terbukti kalau Sarwono mau melakukan tindakan pencurian. Maka atas jaminan kepala desanya,  Sarwono diperbolehkan untuk pulang kerumahnya. (dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru