SUMUT

NASIONAL

Pengadaan Barang dan Jasa Dampak Covid-19 Sebesar Rp.4,7 Miliar Sarat KKN

Jumat, 01 Mei 2020 | 23.17 WIB
Kali Dibaca |


Ir.Djonggi Ivan Napitupulu : Segera Kita Laporkan ke KPPU Sumut

Dir. IP2BAJA, N. Ir. Djonggi. 

Toba, metrokampung.com
Fungsi utama dari media massa adalah untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat yang menyangkut berbagai hal, baik dalam ekonomi, politik, agama, hukum dan budaya.

Dalam keterkaitannya dengan budaya, media massa juga memiliki pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat. Terkait hal itu, untuk membangun secara positif, media massa juga sangat relefan membangun perilaku masyarakat tersebut.

Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif IP2BAJA Nusantara Ir.Djonggi Ivan Napitupulu pada pertemuan May-Dey, Jumat (01/5/2020) di Siantar didampingi Ketua Merah Putih Nusantara Berlin Marpaung beserta rombongan pada kunjungan sehari itu.

Dirinya berkelakar, jika masih ada manusia dilingkungan pejabat pemerintahan yang terkesan antipati kepada media massa, ungkapnya.

Ketua Merah Putih, N. Berlin Marpaung. 

Hal ini menjadi penilaian pada liputan berita media online metrokampung.com dan indigonews.id pada Kamis terkait liputan Pengadaan Barang/Jasa Rp.4,7 Miliar rupiah sumber dana APBD Tahun Anggaran 2020.

Menurutnya, pengadaan Barang/Jasa yang diposkan pada Dinas Sosial Pemerintahan Kabupaten Toba pada dampak Covid-19 itu,  terindikasi tumpang tindih pengadaanya, dengan bantuan CSR yang bersumber dari sejumlah perusahaan.

Membaca dan mencermati berita kedua media online itu pada kamis (30/4/2020) Brenda Ritawati Aruan, selaku Ketua PKK Toba pun gerah, hingga membuat cuitan pada WhatsApp wartawan, jika berita tersebut adalah Hoax, sampai dengan menyebutkan nama Tuhan-nya.

Berikut cuitan WA Ketua PKK Tobasa:
[30/4 19.39] Ibu Bupati: Bohong.....,berdosa kalian,jatuhkn terusssss....,Tuhan ada yg mendengar jeritan yg ter aniaya.makan itu berita Hoax.sebar trusssss....smoga Metro yg kampungan itu ,smua orang2 nya bertobat.0rang sibuk memikirkan Covit19,kalian enak2 menghujat n Hoax.terussss....smpy Dunia akhirat, ciptakan kalian itu Hoax.

[30/4 19.41] Ibu Bupati: Lama2 kalw hoax trus ,n menduga duga,smpy mati pun kalian akn terus tdk pernah menjadi orang baik.ingat!!! Kalian punya kluarga.

Menyikapi cuitan keliru itu, Ketua Merah Putih Nusantara Berlin Marpaung, Jumat (1/5/2020) kepada sejumlah Media Online mengatakan sangat tidak relefan," apa urusan Ibu PKK Toba dengan Pengguna Anggaran (PA.red).

"Sungguh tidak berdasar, sebab hal ini adalah gawenya Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat pelaksana Teknis Kegiatan dan Team Pemeriksa Barang dan kemudian sangat dicurigai ada apa hubunganya dengan pihak ketiga  rekanan "Toko Hosing."

Untuk diketahui, pemberitaan hari Kamis pada media online, adalah penjelasan dari Kepala Dinas Sosial didampingi Kabid Sosial Toba selaku Pengguna Anggaran didepan Direktur IP2BAJA Nusantara dan Ketua Merah Putih Nusantara serta dihadapan dua media online tegasnya.

"Jika hal penjelasan dari Kepala Dinas Rajaipan Sinurat tersebut 'Hoax,” silahkan saja dilakukan pencerahan, ataupun pembinaan," kata aktivis Asahan Tiga itu ketus. 

Dikatakan, soal barang/Jasa yang diduga tumpang tindih, apa urusan Ketua PKK Toba. "Apa hubunganya ibu Bupati Toba menanggapi dugaan tersebut, jika tidak benar kenapa ditanggapi? 

"Kemudian mengapa Ibu PKK Toba yang paling aktif dalam hal pengadaan Barang/Jasa pada Dinas Sosial. Peranan apa ibu Bupati dalam pengadaan Barang/Jasa yang sudah diatur dalam Kepres," ungkap Berlin mengulangi. 

Dikatakan, hal pengadaan Barang/Jasa Rp.4,7 Miliar kita akan laporkan ke lembaga resmi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Sumut dalam waktu dekat.

Dirinya dengan tegas mengatakan, untuk memberikan alasan atau penjelasan, bukan pada Face Book ataupun di WhatsApp, namun ada lembaga resmi di negara tercinta ini yaitu KPPU Sumut.

Dijelaskan, semua ada aturan, jangan men-Justis pemberitaan itu Hoax, kemudian semakin dicurigai jika Ibu PKK Toba sebagai apa peranan-nya dalam Pengadaan Barang/Jasa tersebut, mari, nanti kita buktikan di pengadilan tegasnya. (rel/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru