SUMUT

NASIONAL

Polresta DS Segera Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Puskesmas Bangun Purba

Sabtu, 30 Mei 2020 | 19.44 WIB
Kali Dibaca |

Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi.

Lb Pakam, metrokampung.com
Polresta Deliserdang akan menyelidiki dan mencari penyebab terhentinya proyek pembangunan Puskesmas Bangun Purba Tahun Anggaran 2019 senilai Rp 3,1 Miliar yang mangkrak karena ditinggal lari pemborong. Tujuannya guna memastikan ada atau tidak potensi praktik dugaan korupsi di dalam proyek tersebut.

Demikian dikatakan Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi SIK didampingi Kasatreskrim Kompol Muhammad Firdaus di Mapolresta Deliserdang, Sabtu (30/5/2020).

"Itu masih dalam penyelidikan. Penyelidikan (dulu) belum bisa memastikan seperti apa. Masih sedang proses  penyelidikan ," jelas Kombes Yemi Mandagi.
 Disebutkannya, segera dilakukan bila unsur dugaan pidana telah terpenuhi.

 "Ya, bila sudah ada unsur-unsur pidananya dalam korupsi. Contoh merugikan uang negara, kemudian apalagi namanya menguntungkan diri atau orang lain. Kemudian melawan hukum. Bila terpenuhi unsur-unsur itu otomatis kita akan proses ,"tegasnya.

Sebelumnya Ketua Fraksi PKS DPRD Deliserdang Cece Mohd Romli dan Ketua MD KAHMI (Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Deliserdang, Mansyur Hidayat Pasaribu telah meminta Polresta Deliserdang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang mengusut tuntas proyek mangkrak tersebut hingga tuntas.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang dr Ade Budi Krista ketika di konfirmasi, Kamis (28/5/20), mengaku telah menghentikan pekerjaan proyek tersebut karena kontraktornya melarikan diri.

"Itu bukan berhenti, aku yang memutuskan memberhentikan karena orangnya tidak komit  menjalankan tugas sesuai progres. Lantas ku putuskan kontraknya, dia lari. Proyek itu belum dibayar," sebutnya.

Punbegitu, Ade Budi mengaku dari anggaran senilai Rp 3,1 miliar baru Down Payment (DP) atau pembayaran awal yang telah dilakukan.

"DP-nya lah yang sudah dibayar, kan sudah aku jawab itu ke Infokom. BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) pun sudah periksa itu tidak ada masalah ," ucap Ade.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru