SUMUT

NASIONAL

Ada Kejanggalan Sistem Zonasi, DPRD Karo Minta Disdik Tunda Pengumuman Kelulusan PPDB

Senin, 29 Juni 2020 | 22.54 WIB
Kali Dibaca |

Para orang tua dan siswa/i yang merasa pelaksanaan PPDB ada kecurangan lakukan aksi di kantor Cabdisdik Provinsi di jalan jamin Ginting Kabanjahe.
Karo, Metrokampung.com
Dody Sinuhaji dari Komisi A DPRD Kabupaten meminta kepada  Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Utara menunda terkait Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di wilayahnya, Senin (29/6/2020).

Wakil rakyat dapil V Dari Fraksi PDI Perjuangan Dodi Sinuhaji menyampaikan protes kepada Disdik Karo tentang kejanggalan sistem zonasi dalam pelaksanaan PPDB. Hal tersebut disampaikan Dodi Sinuhaji karena mendapat banyak keluhan dari wali murid mengenai nasib anak mereka.

"Saya tadi pagi sidak ke SMAN 1 Berastagi , SMA N 1 Kabanjahe dan SMA N 2 Kabanjahe. Banyak bermunculan pendaftar baru yang tiba-tiba saja sudah tinggal dan pindah di lingkungan dekat sekolah. Kemudian juga ada kejanggalan, masa jarak dari sekolah yang hanya radius 36 meter ke tempat tinggal, sudah ada ratusan peserta didik yang mendaftar. Ini kan tidak masuk akal," ucap Dodi Sinuhaji.

Untuk itu, Dodi Sinuhaji  meminta Dinas Pendidikan Propinsi agar melakukan verifikasi faktual terhadap berkas yang dilampirkan pendaftar. Jika perlu surat keterangan domisili yang diunduh oleh pendaftar disinkronkan dengan kartu keluarga yang dimiliki calon peserta didik.

"Kami minta disdik memverifikasi ulang berkas pendaftaran. Kalau bisa disesuaikan dengan KK. Atau kapan perlu cek ke kelurahan atau RT/RW-nya. Karena kan kita tau, Surat Keterangan ini bisa saja dibuat-buat kemudian diupload sehingga sangat rawan kecurangan," ujar Anggota Komisi A Dodi Sinuhaji.

Atas kondisi itu, dia meminta Disdik Propinsi Sumatra Utara  untuk menunda pengumuman kelulusan PPDB. Karena tak hanya persoalan zonasi, kendala saat mendaftar secara dalam jaringan atau daring juga banyak dikeluhkan.

"Saya usulkan diperpanjang penerimaan dan diundur pengumumannya karena masih banyak yang bermasalah. Termasuk pendaftaran secara online yang menjadi kendala saat mendaftar. Ini kan butuh waktu. Jadi kita minta pendaftaran diperpanjang dan pengumumannya ditunda," ujar Doddi Sinuhaji yang  membidangi pendididikan.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru