SUMUT

NASIONAL

Akibat Kurangnya Edukasi dan Sosialisasi Pemkab, Pencairan BST Tahap Kedua Dibanjiri Masyarakat

Jumat, 12 Juni 2020 | 19.11 WIB
Kali Dibaca |

Kurangnya Edukasi & Sosialisasi Pihak Pemkab Masyarakat Banjiri Kantor Pos Kabanjahe Pencairan BST Tahap Dua.
Karo, metrokampung.com
Kurangnya Edukasi Dan Sosialisasi Pihak Pemkab Karo beserta Pihak terkait dalam penanganan Covid-19 , Mengakibatkan masyarakat membludak ditengah Pandemi Covid-19 saat menerima undangan pengambilan BST Tahap ke Dua di Kantor Pos Kabanjahe, Jumat (12/06/2020).

Hal ini sangat disayangkan, dimana penyaluran Bantuan Sosial tahap dua tersebut seolah menyalahi protokoler pemutusan penyebaran matarantai Covid-19 , Tumpahnya masyarakat hingga keluar dari lokasi kantor pos Kabanjahe.

Anehnya lagi  pemandangan tersebut  menimbulkan penafsiran negatif dimana diketahui dari hasil publikasi pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Karo yang mana pasien Positif meningkat secara signifikan , seolah manjadi berbanding terbalik dengan situasi saat ini.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu pemerhati Masyarakat Drs.Desta Sebayang (56) saat dikonfirmasi sejumlah wartawan , mengatakan sangat miris melihat situsai yang berlangsung saat ini , seolah-olah masyarakat dipaksakan berdampingan dengan Corona Virus Disease 19 yang mana kita ketahui dari publik zona kuning yang disandang kabupaten Karo meroket menjadi Zona Merah, Namun kehidupan normal (red-New Normal) sudah berlangsung.


"Sanggat disayangkan seharusnya sistem penyaluran BST tersebut dilaksanakan secara estafet , dan peran dari pihak Pemkab Karo tidak serta-merta lepas tangan, semestinya Satpol-PP Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ikut serta membantu pihak Kantor Pos dalam penyaluran tersebut agar berjalan sesuai Protokoler Kesehatan ," ujarnya singkat.

Ditempat terpisah salah satu warga dari Kelurahan Gung Negeri Kecamatan Kabanjahe yang enggan disebutkan namanya , mengatakan melihat begitu padatnya manusia yang memenuhi kantor pos sebenarnya dirinya enggan berbaur , mengingat uang sebesar Rp 600.000,- ( Enam ratus ribu rupiah ) yang akan diterima guna penyambung hidup , mau tidak mau saya harus ikut memenuhi undangan tersebut memaksa dirinya tetap bertahan walau hujan hampir mengguyurnya saat berteduh.

"Mengingat banyaknya yang sudah positif di media sosial , saya agak takut sebenarnya saya tadi kaget kenapa penuh kali kantor pos ini , ternyata tidak hanya kecamatan Kabanjahe yang dicairkan , banyak tadi dari desa- desa yang hadir, makanya selesai giliran saya dipanggil saya mau langsung pulang , karena banyak pulak yang gak pake masker ," beber Warga Gung Negeri tersebut.

Pantauan wartawan di lokasi Kantor Pos Kabanjahe sejak Pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB , hampir lima ratusan warga masih bertahan menunggu antrian pengambilan walau diguyur hujan.

Sementara air pencuci tangan yang disediakan hampir tidak ada  masyarakat yang mengunakan baik sebelum dan sesudah kegiatan seperti yang dihimbau selama ini.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru