SUMUT

NASIONAL

Hari Bhayangkara Kabaharkam Polri Bantu Sembako dan Biaya Sekolah Warga

Sabtu, 27 Juni 2020 | 19.25 WIB
Kali Dibaca |

Keluarga Mustafa yang mendapat bantuan sembako.
Sunggal, metrokampung.com
Rasa sukur disampaikan pasangan Ahmad Mustafa (56) dan istrinya Suriana (51) warga Jalan Suka Bumi Baru, Gang II Puji Mulyo Km 11, Medan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara.

Mereka sekeluarga disapa dan berkomunikasi dengan Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto, melalui aplikasi WhatsApp. Pasangan suami istri tersebut bercerita selama 4 bulan ini terdampak covid-19.

Biasanya, Mustafa bekerja sebagai buruh bangunan sedangkan Suriana buruh cuci pakaian. Namun kini tidak lagi bekerja karena terdampak Covid-19.

Mereka pun menceritakan niat anak bungsunya, Muhammad Taufik yang ingin melanjutkan sekolah di tingkat SMA.

Mustafa Vidio call dengan Kabaharkam Komjen Agus Andrianto melalui staf khususnya Ibey.

"Niatnya anak mau sekolah, tapi kami tidak lagi punya biaya untuk menyekolahkannya. Ya terpaksa berhenti dulu lah pak," kata Mustafa pada Kabaharkam Polri melalui video call.

Hal ini pun langsung direspon Kabaharkam Polri.

"Wih, jangan pak, bu. Sekolah itu penting. Saya sudah terima keluhan ibu melalui Pak Ibey. Ijinkan saya bantu ya pak. Kita ini manusia yang harus saling membantu dalam kebaikan," ucap Agus Andrianto.

"Nanti kita bantu sampai selesai ya,"katanya. Lanjut Agus, yang penting jaga keluarga jangan sampai terjebak narkoba.

"Dan bapak dagang ya, jualan, di pasar," tanya Agus, Sabtu (27/6/2020).

Kabaharkam pun berjanji membantu biaya sekolah dan bedah rumah.

"Makasih pak Agus. Kami berterima kasih, anak kami bisa bersekolah. Sehat-sehat pak. Salam juga sama Kapolri," katanya.

Mustafa pun kembali bertanya,"Kalau untuk jualan modalnya dari mana. Rumah aja masih kebanjiran dan reot pak," disampaikannya.

"Emang kenapa rumahnya," tanya Kabaharkam.

"Ini pak, kalau hujan sering banjir. lampu juga gak ada. Di rumah ini hanya ada satu kamar dan satu ruang tamu. Empat anak kami ya tidur di situ. Rumah kami cuma petakan pak," kembali disampaikan Mustafa.

"Ya udah, bantu ya Pak Ibey. Saya bantu perbaiki rumahnya ya pak. Semoga gak banjir lagi. Ini bagian Program pak Kapolri Jenderal Idham Aziz dan Presiden Joko Widodo. Bagaimana polisi berada di tengah masyarakat," ucap Kabaharkam.

Agus pun menyempatkan menyapa M Taufik yang berniat untuk tetap bersekolah.

"Rajin belajar ya, gapai cita-cita. Dan jangan lupa selalu minta doa dan restu ibu mu. Itu penting untuk membantu mu," pesan mantan Kapolda Sumut tersebut.

"Iya pak, makasih. saya nanti mau jadi polisi. Polisi itu tegas, baik dan pelindung, seperti bapak," aku Taufik.

Mustafa sekeluarga tidak menyangka mendapat bantuan dari Kabaharkam Polri. Bantuan berupa paket sembako dan uang diberikan melalui stafnya Ibey Nasution yang berada di Medan.

Nantinya, biaya sekolah akan langsung dibayarkan hingga Taufik menamatkan sekolahnya. Dan bedah rumah akan segera dilakukan.

Agus Andrianto saat menjabat Kapolda Sumut selalu melakukan kegiatan sosial. Sebanyak 92 ribu warga Sumut mendapatkan pelayanan dan pengobatan gratis.

Dari penyakit kanker, katarak, tumor dan kaki palsu mendapatkan pengobaan secara gratis.

Silaturahmi dengan penggali kubur, bilal mayit, komunitas biker, petugas kebersihan hingga supir anguktan umum dilakukan dengan membagikan sembako.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto bersilaturahmi dengan ribuan petugas kebersihan, pembantu rumah tangga hingga bilal mayit se Sumatera Utara.

 Program tersebut pun hingga saat ini masih dijalankan meski sudah pindah tugas ke Mabes Polri sebagai Kabaharkam Polri. Banyak warga Sumut yang mengapresiasi kepedulian Agus Andrianto terhadap sesama.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru