SUMUT

NASIONAL

Kopi Simempar Primadona Penggila Kopi

Selasa, 09 Juni 2020 | 19.01 WIB
Kali Dibaca |

Penikmat kopi menunjukan kopi Simempar.
Lb Pakam, metrokampung.com
Buat pecinta kopi yang suka menikmati kopi khas dari daerah-daerah, kopi Simempar asal Desa Simempar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Deliserdang layak diperhitungkan.

 Jika bicara tentang jenis kopi dari daerah di Indonesia seperti tidak akan ada habisnya.
 Karena hampir setiap daerah di Indonesia memiliki jenis kopi khas masing-masing dengan cita rasa tersendiri.

Seperti Kopi Arabika Gayo dari Aceh, Kopi Arabika Toraja dari Sulawesi, Kopi Arabika Kintamani dari Bali, Kopi Liberika Rangsang Meranti dari Riau dan masih banyak lagi kopi khas dari daerah di Indonesia yang sudah terkenal akan cita rasanya.

Begitu juga halnya dengan Desa Simempar.
Daerah yang tidak terlalu terkenal dan tidak memiliki fasilitas umum yang memadai ini ternyata memiliki kopi dengan cita rasa yang khas yang bernama kopi Simempar.

Kopi Simempar yang mulai digandrungi banyak penikmat kopi.
Namun kopi Simempar belum setenar Sembekandua Coffee asal Dusun Sembekandua, Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru yang telah dinobatkan sebagai kopi khas-nya Deliserdang. Punbegitu kopi Simempar patut diperhitungkan dan bakal tenar dengan pendahulunya itu.

Potensi kopi yang dihasilkan oleh petani kopi di Desa Semempar tidak diolah sepenuhnya bahkan langsung dijual ke daerah tetangga, Kabupaten Karo dan Dairi.

Padahal biji kopi asal 'bumi' Simempar memiliki cita rasa yang khas dan layak untuk dipasarkan.
Kurun waktu belakangan ini para penikmat kopi mulai mengangkat kopi yang dihasilkan dari Desa Simempar.

Warga luar Desa Simempar yang merupakan para penghobi, penikmat dan penggila kopi berusaha mengangkat kopi Simempar agar kopi yang dihasilkan dari desa di balik gunung tersebut bisa menjadi kopi kemasan siap minum yang dapat dipasarkan. Sekaligusuntuk mengangkat nama desa yang masih tertinggal tersebut. Para penggila kopi inipun 
kemudian memberikan label produk kopi yang dihasilkan dengan nama desa itu sendiri yaitu Simempar.

Mereka berkeinginan membantu meningkatkan taraf ekonomi para petani kopi yang ada di Desa Simempar dengan memanfaatkan kearifan lokal yang dimiliki oleh desa tersebut yaitu kopi itu sendiri.

"Kopi Simempar tergolong dalam jenis kopi arabika dan memiliki cita rasa yang cukup unik.
Cita rasa kopi Simempar juga tidak terlalu keras sehingga banyak disukai oleh kaum hawa.
Selain itu juga memiliki perpaduan aroma  yang segar.

Dikarenakan kopi Simempar ditanam di daerah ketinggian sekitar 1.500 hingga 1.800 meter di atas permukaan laut dan masih dalam daerah hutan lindung yang pastinya memiliki udara yang sejuk dan tidak langsung terkena matahari,"jelas Ahmad Fauzi, penggila kopi asal Lubukpakam, Selasa (9/6/2020).

Saking 'gilanya" dengan kopi Simempar, Fauzi tak kenal waktu untuk bisa menikmati kopi asal desa di atas awan tersebut.

Menurutnya, tengah malam pun dirinya akan keluar rumah untuk mencari kopi kesukaannya. Gak tanggung-tanggung pria yang berpropesi sebagai pendidik ini harus menempuh belasan kilometer menuju Kecamatan Bangun Purba persisnya di Desa Sialang untuk bisa menikmati kopi Simempar dan berkumpul dengan penikmat kopi dari beberapa daerah.

"Di warung kopi Desa Sialang ini kita bisa nongkrong sambil minum kopi Simempar,"jelas pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris BKM Al Hidayah Komplek Perumahan BSP Lubukpakam.

Lanjut Fauzi, nama kedai kopinya Attar di Desa Sialang sebelum mesjid.

 "Jika dari Lubukpakam pas di sebelah kanan jalan. Semasa Kapolres Deliserdang dijabat
AKBP Eddy Suryantha Tarigan beliau pernah singgah di kedai kopi itu dan merasakan nikmatnya kopi Simempar. Bahkan bapak Kapolres juga akan membantu mengenalkan kopi Simempar,"jelas Fauzi seperti berpromosi.

Punbegitu, Fauzi menuturkan yang menjadi kendala untuk membomingkan kopi  asal desa yang dikomandoi Wari Tarigan tersebut pasokan biji kopi Simempar tidak selalu tercukupi. Sehingga mereka para penikmat dan penggila kopi tidak bisa berbuat banyak.

"Bahan baku biji kopinya tidak selalu ada. Jadi kita kesulitan untuk membantu memasarkannya. Padahal kemasan dan stiker kopi Simempar sudah banyak kami cetak. Kendalanya hanya bahan bakunya yang tidak selau ready,'ungkap Fauzi seraya berharap agar petani kopi di Desa Simempar lebih peduli dengan kopi desanya.

 "Selama ini karena dibeli oleh pengumpul kopi dari Sidikalang, alhasil kopi nikmat asal Desa Simempar dibilang juga kopi Sidikalang," ucapnya prihatin.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru